Indonesia Tak Tersentuh Hukum Usai 131 Jiwa Terbunuh di Kandang Arema Kanjuruhan, FIFA Hanya Minta Ini ke Presiden Jokowi

Suara Bandung | Suara.com

Minggu, 09 Oktober 2022 | 07:02 WIB
Indonesia Tak Tersentuh Hukum Usai 131 Jiwa Terbunuh di Kandang Arema Kanjuruhan, FIFA Hanya Minta Ini ke Presiden Jokowi
Kolase foto dokumen Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Ratusan nyawa Aremania melayang di Kanjuruhan tak membuat Indonesia dihukum FIFA. (antara/suara.com//REUTERS/ARND WIEGMANN)

SuaraBandung.id - Tak diduga apa yang menjadi kebijakan FIFA dalam menyikapi tragedi mematikan di kandang Arema Stadion Kanjuruhan.

Meski 131 nyawa melayang terbunuh dalam kerusuhan Aremania dengan aparat, namun Indonesia sama sekali tak tersentuh hukum FIFA.

FIFA yang digadang-gadang sebagai tempat untuk meminta keadilan, malah tidak memberikan sanksi sama sekali pada Indonesia.

Ratusan nyawa melayang di neraka Kanjuruhan, sama sekali tidak berdampak serius dalam keputusan FIFA.

Seolah nyawa seperti tidak ada harganya, FIFA hanya memberi teguran pada Indonesia soal pengelolaan pertandingan agar standar internasional. 

Sebelumnya, FIFA disebut mengirimkan surat pada Presiden Joko Widodo alias Jokowi soal kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 131 nyawa.

Nyawa Aremania, polisi, dan juga Bonek yang diam-diam menonton pertandingan Arema vs Persebaya yang melayang, tidak jadi landasan bagi FIFA untuk memberikan hukuman pada Indonesia. 

Dalam surat yang dilayangkan FIFA pada Presiden Joko Widodo, hanya meminta kepolisian Indonesia belajar tentang protokol dan prosedur pengamanan dalam event olahraga. 

FIFA meminta aparat di Indonesia mampu menerapkan kebijakan dan pelatihan berstandar internasional.

Tentang permintaan tersebut, tertuang dalam satu dari lima poin penting yang ada pada isi surat FIFA.

Secara jelas, FIFA meminta Indonesia melakukan transformasi atau perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia buntut dari Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu.

FIFA hanya minta polisi belajar

coretan berisi kekecewaan menghiasi dinding Stadion Kanjuruhan Malang, tragedi kanjuruhan [Suara.com/Dimas Angga]
coretan berisi kekecewaan menghiasi dinding Stadion Kanjuruhan Malang, tragedi kanjuruhan (sumber: Suara.com/Dimas Angga)

KERUSUHAN berdarah di Kanjuruhan, menewaskan setidaknya 131 orang.

Publik sangat menyayangkan jika aparat memilih melakukan tembakkan gas air mata pada Aremania yang berada di tribun stadion.

Padahal, sudah sangat jelas FIFA yang melarang keras penggunaan gas air mata, akan tetapi FIFA sendiri yang 'melonggarkan' aturan tersebut meski 131 nyawa orang melayang sia-sia.

Dalam poin kedua di surat yang diterima Jokowi, FIFA menekankan perbaikan protokol dan prosedur pengamanan oleh kepolisian.

"Sebuah kebijakan standar untuk polisi. Steward dan personel keamanan dalam hal manajemen kerumunan sebelum, selama, dan setelah pertandingan, harus dikembangkan sesuai dengan standar keselamatan internasional terbaik," tulis FIFA dalam suratnya.

"Ini harus mencakup integrasi program pelatihan yang secara khusus disesuaikan dengan acara olahraga dalam berbagai format dan ukuran," kata FIFA dalam suratnya.

Sebagai informasi jika tragedi Kanjuruhan setidaknya menewaskan 131 orang dengan ratusan orang lainnya luka-luka. 

Melansir AFP, dari jumlah tersebut, 32 korban tewas adalah anak-anak yang di antaranya balita berusia tiga tahun.

Insiden Kanjuruhan ini menjadi tragedi sepakbola paling kelam di Indonesia dan salah satu yang paling mematikan di dunia.

Enam tersangka

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom. (sumber:)

TERKINI, pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan. 

Dalam penyidikan, Kapolri Listyo Sigitmencopot jabatan Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat.

Sedangkan Presiden Joko Widodo memerintahkan kompetisi sepakbola profesional Indonesia dihentikan hingga evaluasi dan prosedur pengamanan ditingkatkan.

Dalam kasus tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan enam tersangka.

Mereka yang menjadi tersangka adalah Direktur Utama PT LIB, Ahmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana pertandingan Abdul Haris. 

Kemudian ada Security Officer Suko Sutrisno, Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto. 

Lalu ada juga yang menjadi tersangka adalah Komandan Kompi Brimob Polda Jawa Timur, AKP Hasdarman dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.


DIBERITAKAN sebelumnya, Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan tak bisa dihindarkan setelah Persebaya mengalahkan tuan rumah Arema FC dengan skor 2-3 dalam lanjutan pertandingan pekan ke-11 BRI Liga 1 2022-023.

Sejumlah Aremania yang tidak terima atas kekalahan perdana Arema FC dari Persebaya, menerobos masuk ke lapangan.

Kekalahan Arema di Malang dalam 23 tahun terakhir ini akhirnya menjadi petaka luar biasa.

Polisi kemudian melepaskan gas air mata yang dalam beberapa tangkapan kamera dan rekaman video, diarahkan ke tribun penonton.

Masa yang panik pun berhamburan dan mencari jalan keluar stadion. Banyak korban berjatuhan pada momen tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Sampaikan Hasil Komunikasi dengan FIFA Terkait Tragedi Kanjuruhan, Berikut 5 Poin yang Akan Dilakukan

Jokowi Sampaikan Hasil Komunikasi dengan FIFA Terkait Tragedi Kanjuruhan, Berikut 5 Poin yang Akan Dilakukan

| Sabtu, 08 Oktober 2022 | 08:22 WIB

Bareng Mahfud MD, Aremania Yohanes Prasetyo Hadir di Mata Najwa, Tahan Nangis Ceritakan Kisah Pilu Tragedi Kanjuruhan

Bareng Mahfud MD, Aremania Yohanes Prasetyo Hadir di Mata Najwa, Tahan Nangis Ceritakan Kisah Pilu Tragedi Kanjuruhan

| Jum'at, 07 Oktober 2022 | 15:16 WIB

Aparat Jadikan Kanjuruhan Neraka, Irma Hutabarat Ceritakan Kopasus Dilatih Jadi Mesin Pembunuh: Lihat Ajudan Pak Doni Bawa Tumbler

Aparat Jadikan Kanjuruhan Neraka, Irma Hutabarat Ceritakan Kopasus Dilatih Jadi Mesin Pembunuh: Lihat Ajudan Pak Doni Bawa Tumbler

| Jum'at, 07 Oktober 2022 | 11:31 WIB

Ramai Diperbincangkan, Ini Hukuman yang Harus Diterima oleh Arema FC Imbas Tragedi Kanjuruhan

Ramai Diperbincangkan, Ini Hukuman yang Harus Diterima oleh Arema FC Imbas Tragedi Kanjuruhan

| Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:00 WIB

Ade Armando Puja Puji Polisi Sambil Sebut Aremania sok Jagoan, Bintang Emon: Bangke Saudara Sendiri Dijilat

Ade Armando Puja Puji Polisi Sambil Sebut Aremania sok Jagoan, Bintang Emon: Bangke Saudara Sendiri Dijilat

| Rabu, 05 Oktober 2022 | 07:09 WIB

Terkini

PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi

PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi

Otomotif | Sabtu, 11 April 2026 | 00:36 WIB

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 22:53 WIB

Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar

Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar

Riau | Jum'at, 10 April 2026 | 22:47 WIB

Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi

Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi

Riau | Jum'at, 10 April 2026 | 22:13 WIB

3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan

3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan

Entertainment | Jum'at, 10 April 2026 | 22:00 WIB

Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna

Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna

Sumsel | Jum'at, 10 April 2026 | 21:57 WIB

Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!

Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!

Bola | Jum'at, 10 April 2026 | 21:43 WIB

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir

Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir

Riau | Jum'at, 10 April 2026 | 21:41 WIB

HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak

HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak

Sumsel | Jum'at, 10 April 2026 | 21:40 WIB