6 Obat Ini Jadi Andalan Masyarakat Saat Darurat, Kemenkes Larang Obat Sirup Dijual di Apotik

Suara Bandung

Jum'at, 21 Oktober 2022 | 06:11 WIB
6 Obat Ini Jadi Andalan Masyarakat Saat Darurat, Kemenkes Larang Obat Sirup Dijual di Apotik
6 Obat Ini Jadi Andalan Masyarakat Saat Darurat, Kemenkes Larang Obat Sirup Dijual di Apotik

SuaraBandung.id - Terkait dugaan ada permasalah dalam kandungan obat sirup, Kementerian Kesehatan melarang menjual sementara sejumlah obat merek yang rupanya jadi andalan masyarakat saat masa darurat. 

Kemenkes RI buru-buru memberikan instruksi pada semua apotek untuk menghentikan penjualan obat sirup.

Meski sifatnya penghentian sementara, Kemenkes tidak memberi keterangan kapan obat sirup bisa kembali dijual.

Larangan ini dilakukan Kemenkes untuk menanggapi dugaan penggunaan paracetamol sirup yang disebut sebagai penyebab gangguan ginjal akut misterius pada anak yang sedang marak.

Sebagai sebuah aturan larangan penggunaan obat sirup, keluar Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor SR.01.05/III/3461/2022. 

Dalam SE tersebut, untuk sementara apotek dilarang menjual bebas obat sirup kepada masyarakat untuk sakit apapun.

"Seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan atau bebas terbatas dalam bentuk syrup kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," tulis SE Kemenkes yang diterima Suara.com, Rabu (19/10/2022).

Atas munculnya larangan tersebut, kemudian jadi perhatian serius masyarakat.

Pasalnya masyarakat kerap menggunakan obat-obat tersebut ketika dalam darurat, sebelum anak diperiksakan ke dokter.

baca juga

Selain dinilai manjur, obat-obat tersebut juga mudah dijangkau dengan harga relatif murah

Sebagai informasi, berikut terdapat beberapa daftar obat sirup yang banyak dibeli di apotek.

1. Sanmol Paracetamol Sirup

Saat anak mendadak sakit demam, biasanya orangtua langsung berpikir untuk membeli Sanmol Paracetamol Sirup.

Obat tersebut dinilai biasa digunakan saat anak-anak mendadak mengalami demam atau panas pasca imunisasi. 

Dalam kemasan, tertera dosis mengkonsumsinya, biasa merk satu ini diminum 3-4 kali sehari.

2. Tempra Paracetamol

Kemudian obat sirup Tempra Paracetamol, juga termasuk jadi andalan orangtua ketika anaknya mendadak demam.

Dalam obat tersebut ternyata mengandung zat aktif paracetamol yang dipercaya untuk menurunkan suhu panas saat demam. 

Bukan untuk meredakan demam saja, obat tersebut juga digunakan untuk meredakan nyeri karena pertumbuhan gigi. 

Dalam kemasan tertera cara konsumsi yang tidak lebih dari 5 kali sehari sehabis makan.

3. Panadol Anak

Setelah itu aa obat Panadol Anak yang dibuat dalam obat sirup. 

Obat tersebut juga sangat mudah didapatkan masyarakat di Apotek. 

Masyarakat biasanya menggunakan obat tersebut sebagai pereda nyeri, penurun panas, sakit kepala, dan sakit atau pertumbuhan gigi. 

Selain itu, dalam kemasan tertulis jika Panadol Anak bebas dari alkohol. 

Kemudian, obat ini diberikan tidak lebih dari 5 kali sehari dengan jeda waktu 4 jam.

4. Pamol Syrup

Kemudian ada obat Pamol Syrup yang mengandung parasetamol. Obat tersebut dinilai ampuh mengatasi demam panas tinggi. 

Penggunaan obat yang satu ini tidak boleh berlebihan karena berisiko menyebabkan diare, mual, muntah, hingga nyeri perut.

5. Termorex Sirup

Setelah itu ada obat Termorex Sirup yang di dalamnya mengandung paracetamol.

Obat tersebut dipercaya mampu menurunkan panas pada anak. 

Untuk mengonsumsinya biasanya satu sendok makan dan diperuntukkan pada anak 1-2 tahun.

6. Hufagripp TMP

Obat satu ini mengandung ibuprofen yang dipercaya ampuh untuk menurunkan panas pada anak. 

Selain itu, penggunaan obat ini dinilai mampu meredakan nyeri ringan hingga sedang, nyeri gigi, dan sakit kepala. Penggunaan obat ini yaitu 3-4 kali sehari tergantung usia anak.

Itu dia beberapa obat sirup yang biasa dibeli di apotek. 

Namun, sebab adanya dugaan obat sirup menjadi penyebab gangguan ginjal akut misterius, Kemenkes menyarankan untuk tidak mengonsumsinya sementara waktu. (*)

Artikel ini telah tayang di suara.com berjudul: Dilarang Dijual Sementara Oleh Kemenkes, Ini 6 Obat Sirup yang Paling Sering Dibeli di Apotek

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

6 Obat Sirop Paling Sering Dibeli di Apotek Masuk Daftar Larangan Sementara Kemenkes

6 Obat Sirop Paling Sering Dibeli di Apotek Masuk Daftar Larangan Sementara Kemenkes

Tantrum | Kamis, 20 Oktober 2022 | 22:00 WIB

Pedagang Obat Pasar Pramuka Merugi, Pemerintah diminta beri Penjelasan terkait Obat Sirup yang Dilarang

Pedagang Obat Pasar Pramuka Merugi, Pemerintah diminta beri Penjelasan terkait Obat Sirup yang Dilarang

Serang | Kamis, 20 Oktober 2022 | 21:13 WIB

Tak Pakai Obat Sirup, Ringgo Agus Rahman Redakan Demam Bayi dengan Metode Skin To Skin

Tak Pakai Obat Sirup, Ringgo Agus Rahman Redakan Demam Bayi dengan Metode Skin To Skin

Lifestyle | Kamis, 20 Oktober 2022 | 21:07 WIB

Kenali Gejala Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Jika Anak Anda Mengalami Gejala Ini, Langsung Bawa ke Dokter!

Kenali Gejala Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Jika Anak Anda Mengalami Gejala Ini, Langsung Bawa ke Dokter!

Poptren | Kamis, 20 Oktober 2022 | 20:27 WIB

Terkini

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:51 WIB

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:50 WIB

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Malang | Selasa, 15 September 2026 | 18:48 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 18:46 WIB

BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:43 WIB

LPS Medan Ajak Anak Muda Naik Level: Melek Finansial, Kreatif, dan Siap Berbisnis

LPS Medan Ajak Anak Muda Naik Level: Melek Finansial, Kreatif, dan Siap Berbisnis

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 18:41 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8, Politisi PDIP Tagih Janji Menhub Tegakkan Aturan

Tragedi KM Virgo Transport 8, Politisi PDIP Tagih Janji Menhub Tegakkan Aturan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 18:40 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8, Pakar ITS Soroti Kesesuaian Desain Kapal dengan Perairan Indonesia

Tragedi KM Virgo Transport 8, Pakar ITS Soroti Kesesuaian Desain Kapal dengan Perairan Indonesia

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:36 WIB

×