SuaraBandung.id - Satu demi satu apa yang terjadi di Saguling dan Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022), mulai terungkap.
Termasuk ada kesaksian bagaimana istri Ferdy Sambo mendadak agresif mengajak ajudannya hingga kejadian tak terduga terjadi.
Saat itu rombongan baru tiba di Saguling, akan tetapi ada hal yang tidak biasa diperlihatkan Putri Candrawathi.
Rupanya, Putri begitu memaksa mengajak ajudannya untuk melakukan isolasi mandiri.
Hal itulah yang dinilai sangat tidak biasa dimana istri jenderal sampai beberapa kali mengajak isolasi.
Hal itu diungkap penasihat hukum terdakwa Ricky Rizal, Erman Umar.
Beberapa jam sebelum terjadinya pembunuhan Brigadir J, dikatakan jika Ricky Rizal alias Bripka RR dibuat terkejut.
Bahkan wajah Bripka RR sampai pucat dan panik saat memanggil Bharada Richard Eliezer alias Bharada E di rumah pribadi Ferdy Sambo, Saguling, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7/2022).
Pernyataan Bripka RR ini tertuang dalam eksepsi atau nota keberatan yang dibacakan penasihat hukum terdakwa Ricky.
Saat itu di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Kamis (20/10), sang kuasa hukum mengungkap kejadian sebelum Brigadir J dihabisi.
Ketika itu dikatakannya, Bripka Ricky mendapat perintah dari Ferdy Sambo.
Namun, perintah tersebut kemudian ditolak Bripka RR.
Bripka RR mengatakan, dirinya tidak sanggup untuk menembak Brigadir J.
"Ketika terdakwa Ricky Rizal memanggil Richard Eliezer (Bharada E) naik ke lantai tiga atas permintaan Ferdy Sambo," katanya
"Tampak wajah terdakwa Ricky Rizal pucat dan panik," kata Erman di ruang sidang.
Saat itu dikatakan Erman, Bripka RR tidak memberitahu rencana penembakan Brigadir J pada Bharada E lantaran bingung.
Bripka RR mengaku bingung dengan apa yang didengarnya dari perintah Ferdy Sambo tentang permintaan menembak Brigadir Yosua.
Pernyataan Bripka RR itu tertulis jelas dalam berita acara pemeriksaan (BAP) konfrontasi pada Rabu (31/8).
"Sesampainya saya (Bripka RR) di bawah menghampiri Richard Eliezer itu dengan perasaan bingung," kata Ricky yang tertuang dalam eksepsi yang dibacakan tim kuasa hukumnya.
Erman mengatakan, apa yang dikatakan JPU yang menyebut Ricky mendukung rencana jahat Ferdy Sambo adalah tidak benar.
Termasuk soal mengikuti ajakan Putri Candrawathi ke rumah dinas dengan dalih isolasi mandiri.
Dikatakan Erman jika hal itu sangat mengada-ada.
Dikatakan Bripka RR, saat itu Putri Candrawathi secara aktif mengajak terdakwa Ricky Rizal ke rumah dinas Duren Tiga.
Putri ketika itu terus mengajak ajudan ke Duren Tiga dengan alasan isolasi mandiri.
"Terdakwa Ricky Rizal mendapatkan arahan untuk menuju rumah dinas Duren Tiga setelah berada di dalam mobil," ujar Erman.
Keterangan tersebut kata dia secara jelas termaktub dalam BAP konfrontasi pada 31 Agustus 2022.
Rupanya para terdakwa yang juga saksi, Bripka RR, Kuat Maruf, dan Bharada E baru tahu jika tujuan perjalanan dari Saguling adalah menuju rumah dinas Kadiv Propam Polri.
Saat mereka masuk ke dalam mobil, baru tahu jika TKP untuk menghabisi nyawa Brigadir Yosua adalah rumah dinas Kadiv Propam Polri.
"Peristiwa Saguling kontradiktif dengan surat dakwaan yang disusun oleh JPU, sehingga fakta menjadi kabur," tutur Erman.