SuaraBandung.id - Seakan buta hati dan gila jabatan serta posisi, seluruh Geng Ferdy Sambo ketakutan dan gemetaran saat itu Brigadir J ternyata masih hidup di menit 17:07 sampai 17:11 WIB, Jumat (8/7/2022).
Lantas semua diredam dengan hadirnya sosok adik angkat Ferdy Sambo yang berpangkat jenderal.
Sebenarnya skenario Ferdy Sambo sudah terungkap beberapa jam setelah terjadinya pembunuhan sadis di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Akan tetapi diduga demi pangkat dan jabatan mereka yang terlibat di sana mati hati, dengan menutupi fakta yang terekam dalam kamera CCTV di TKP.
Skenario pembunuhan Brigadir J yang dikarang Ferdy Sambo sebenarnya sudah terungkap ketika anak buahnya menonton rekaman DVR CCTV.
Awalnya Ferdy Sambo menceritakan kronologi tewasnya Brigadir Nopriansyah Hutabarat atau Brigadir J karena terjadi aksi saling tembak menembak antara korban dengan Bharada E.
Skenario tersebut diperkuat oleh keterangan pers yang diungkap Kapoler Jakarta Selatan, Kombes Budhi saat itu.
Namun fakta sebenarnya tidak seperti itu. Rupanya apa yang sampaikan Kapoler Jakarta Selatan, Kombe Budhi tidak sesuai fakta.
Brigadir J tampak masih sehat segar bugar pada menit 17:07 sampai 17:11 WIB atau detik-detik sebelum pembantaian.
Dalam dakwaan JPU (Jaksa Penuntut Umum) pada terdakwa obstruction of justice, diungkap jika semua anak buah Sambo sudah menonton rekaman DVR CCTV tersebut.
Mereka yang tahu dengan rekaman CCTV tersebut di antaranya Kompol Chuck, Hendra Kurniawan, Arif Rachman Arifin, Ridwan Rhekynellson Soplangit dan Baiquni Wibowo.
Pertemuan pukul 02.00 WIB pada Rabu (13/7/2022), antara Ferdy Sambo dan satu anak buahnya terjadi untuk olah TKP.
Di TKP Duren Tiga, saksi Arif Rachman Arifin mengajak Chuck Putranto menyaksikan DVR CCTV di rumah dinas Sambo.
Dia mengatakan pada seniornya jika Ferdy Sambo memerintahkan untuk mengamankan rekaman.
"Bang (Chuk Putranto), kemarin bapak perintahkan untuk meng-copy isinya. Abang mau lihat nggak?" kata Arif kepada Chuck.
Saat itu beberapa anak buah yang satu geng dengan Ferdy Sambo menonton rekaman CCTV menggunakan laptop milik saksi Baiquni Wibowo.