Saat itu dikatakan Erman, Bripka RR tidak memberitahu rencana penembakan Brigadir J pada Bharada E lantaran bingung.
Bripka RR mengaku bingung dengan apa yang didengarnya dari perintah Ferdy Sambo tentang permintaan menembak Brigadir Yosua.
Pernyataan Bripka RR itu tertulis jelas dalam berita acara pemeriksaan (BAP) konfrontasi pada Rabu (31/8).
"Sesampainya saya (Bripka RR) di bawah menghampiri Richard Eliezer itu dengan perasaan bingung," kata Ricky yang tertuang dalam eksepsi yang dibacakan tim kuasa hukumnya.
Erman mengatakan, apa yang dikatakan JPU yang menyebut Ricky mendukung rencana jahat Ferdy Sambo adalah tidak benar.
Termasuk soal mengikuti ajakan Putri Candrawathi ke rumah dinas dengan dalih isolasi mandiri.
Dikatakan Erman jika hal itu sangat mengada-ada.
Dikatakan Bripka RR, saat itu Putri Candrawathi secara aktif mengajak terdakwa Ricky Rizal ke rumah dinas Duren Tiga.
Putri ketika itu terus mengajak ajudan ke Duren Tiga dengan alasan isolasi mandiri.
"Terdakwa Ricky Rizal mendapatkan arahan untuk menuju rumah dinas Duren Tiga setelah berada di dalam mobil," ujar Erman.
Keterangan tersebut kata dia secara jelas termaktub dalam BAP konfrontasi pada 31 Agustus 2022.
Rupanya para terdakwa yang juga saksi, Bripka RR, Kuat Maruf, dan Bharada E baru tahu jika tujuan perjalanan dari Saguling adalah menuju rumah dinas Kadiv Propam Polri.
Saat mereka masuk ke dalam mobil, baru tahu jika TKP untuk menghabisi nyawa Brigadir Yosua adalah rumah dinas Kadiv Propam Polri.
"Peristiwa Saguling kontradiktif dengan surat dakwaan yang disusun oleh JPU, sehingga fakta menjadi kabur," tutur Erman.