SuaraBandung.id – Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menggugat cerai Dedi Mulyadi yang merupakan mantan Bupati Purwakarta dua periode.
Anne Ratna Mustika menggugat cerai Dedi Mulyadi pada September 2022 lalu, di Pengadilan Agama Purwakarta.
Hingga sidang kelima dilangsungkan, Anne Ratna Mustika tetap kukuh menggugat cerai Dedi Mulyadi.
Dari sidang kelima tersebut, diketahui alasan Anne Ratna Mustika menggugat cerai Dedi Mulyadi.
Yakni, adanya hak-hak istri yang dilanggar sesuai dengan syariat Islam. Disebutkan juga adanya KDRT psikis, hingga ketidakterbukaannya terhadap keuangan.
Dedi Mulyadi pun sempat mengomentari alasan dirinya digugat cerai dan menyebut Anne Ratna Mustika sebagai istri yang baik namun terlalu patuh pada guru ngajinya.
Mantan Bupati Purwakarta itu pun sempat menyinggung bahwa Anne Ratna Mustika tidak seperti korban KDRT psikis yang disebutkan dalam undang-undang.
Mengenai keuangan, Dedi Mulyadi sempat menyinggung biaya yang selalu ia keluarkan setiap bulannya.
Bahkan Dedi Mulyadi pun pernah menyindir, saat dirinya menjabat Bupati Purwakarta tidak digugat, namun saat tidak menjabat malah digugat cerai.
Baca Juga: Siap Melawan Dito Mahendra, Nikita Mirzani Unjuk Gigi dan Tampil Elegan demi Harga Dirinya
Baru-baru ini terungkap mengenai pernikahan Dedi Mulyadi dengan Anne Ratna Mustika yang dikabarkan sempat tidak direstui Bupati Purwakarta pada saat itu.
Diketahui, paman Anne Ratna Mustika, Bunyamin Dudih yang merupakan Bupati Purwakarta pada saat itu, sempat tidak merestui pernikahan tersebut.
Bunyamin Dudih tidak merestui pernikahan Dedi Mulyadi dengan Anne Ratna Mustika diketahui karena Dedi Mulyadi terlalu mengkritik kebijakannya pada saat itu.
Diketahui, Dedi Mulyadi merupakan aktivis gerakan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta.
Dedi Mulyadi yang saat itu juga merupakan anggota legislatif Komisi E DPRD Purwakarta, mengharuskan berkomunikasi dengan Bupati Purwakarta, yakni Bunyamin Dudih.
Pada saat itulah Dedi Mulyadi sering bertemu dengan Anne Ratna Mustika, dan pada tahun 2003 resmi meminang Bupati Purwakarta itu.