SuaraBandung.id - Komedian senior Mpok Atiek belum lama ini membagikan kisah getir perjalanan hidupnya yang sejak muda memilih menjanda daripada menikah kembali.
Untuk bertahan hidup dan membiayai pendidikan anak-anaknya, Mpok Atiek sampai rela menjadi pegawai restoran yang bertugas mencuci piring.
Bukan itu saja, Mpok Atiek juga memilih jualan es kelapa agar keberlangsungan hidup di ibu kota bisa tetap terjaga.
Kisah pahitnya di masa lalu, kembali diciptakan untuk mengenang betapa kesuksesan seseorang tidak pernah bisa dicapai secara mudah.
Dalam membangun rumah tangga, Mpok Atiek menapaki kehidupan sebagai janda setelah bercerai dari sang suami.
Sejak saat itu, Mpok Atiek masuk dalam masa sulit dan memilih menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi kedua anaknya.
Di usia mudanya, Mpok Atiek sebenarnya sudah terlibat dalam dunia hiburan tanah air, meski belum terlalu terkenal.
Saat syuting acara televisi, Mpok Atiek masih menyempatkan waktu mencari tambahan uang dengan cara berjualan.
Bagi Mpok Atiek apapun akan dilakukan dengan catatan penghasilannya itu halal.
"(Kerja) apapun dilakuin yang penting halal." kata Mpok Atiek dikutip dari kanal YouTube Trans 7 Official, Jumat (4/12/2022).
Mpok Atiek saat itu mengaku sudah tebal muka alias tidak malu, membawa dagangannya ke lokasi syuting.
"Syuting kite sambil bawa dagangan lho. Pokoknya apa aja (kerja jualan) yang penting halal" katanya.
Mpok Atiek yang merupakan asli Cirebon ini mengaku sudah membuang jauh-jauh rasa gengsi ketika dirinya berjualan sambil syuting.
"Nggak pakai gengsi artis dagang. Nggak pakai (gensi) gitu-gituan (jualan)," kata Mpok Atiek menceritakan.
"Pokoknya semua gue ladenin," kata Mpok Atiek sambil tersenyum.
Kemudian Mpok Atiek mendapat pertanyaan dari Raffi Ahmad yang menjadi host program tersebut, jika pernah berjualan es kelapa.
"Eh (jual) es kelapa. Kelapa waktu itu, iya kan?" kata Raffi Ahmad bertanya pada Mpok Atiek.
"Iya (jual es kelapa), terus cincau, jahe, macem-macem deh pokoknya," kata Mpok Atiek menjawab.
Bahkan Mpok Atiek pernah meminta pekerjaan pada temannya untuk jadi juru cuci piring di sebuah kafe.
"Gue telepon temen yang punya kafe," katanya.
"Gue ikut kerja dong, kerja apapun gue mau," ucap Mpok Atiek.
"Cuci piring boleh, mau masak, apa aja deh," ungkap Mpok Atiek mengisahkan.
Setelah itu Mpok Atiek naik 'jabatan' lantaran dipercaya. Mpok Atiek Akhirnya 'menjabat' sebagai pelayanan di kafe milik temannya itu.
"Ceritanya (setelah jadi cuci piring) jadi pelayanan, terus penyanyi (kafe) libur," katanya.
"Terus aku disuruh nyanyi, dari situ kariernya," kata Mpok Atiek.
Mpok Atiek yang dikenal memiliki suara khas ini mendapat pujian dari pemilik kafe dan pengunjung.
Dari sana hasil kerja kerasnya, mengantarkan sang anak pada pendidikan S1 di kampus-kampus kenamaan seperti UI.
Mpok Atiek yang selama 21 memilih menjanda, sama sekali tidak pernah merasa berat.
"Meski sudah 21 tahun sendiri, hebatnya Mpok Atiek ini anak-anaknya ada yang lulusan S1 IPB, ada yang lulusan UI," kata Raffi. (*)