Peningkatan aktivitas vulkanik yang terus terjadi membuat PVMBG menaikkan status Gunung Semeru dari Siaga menjadi Awas.
Artinya, status tersebut naik dari Level III naik ke Level IV, terhitung per pukul 12.00 WIB hari ini.
4. Amuk Kawah Jonggring Seloko
Sementara itu, sumber awan panas guguran berasal dari tumpukan material di ujung lidah lava.
Posisinya berada sekitar 800 meter dari puncak Gunung Semeru atau banyak dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan Kawah Jonggring Seloko.
PVMBG kemudian mengeluarkan imbauan pada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan atau sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
5. Masyarakat diminta menjauh
Erupsi Gunung Semeru yang tiba-tiba, menjadi ancaman bencana bagi warga sekitar.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter.
Baca Juga: Lain Dulu Lain Sekarang, Iis Dahlia Enggan Komentari Pinkan Mambo yang Makin Centil: Biarin aja sih
Kemudian masyarakat juga diminta menjauh dari segala aktivitas di tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar dari puncak Semeru.
6. Bahaya batu pijar
Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru.
Pihak otoritas setempat sangat mengkhawatirkan akan adanya bahaya lontaran batu pijar.
Masyarakat juga sangat diharapkan selalu waspada pada terjadinya potensi APG seperti guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
7. Wilayah rawan