SuaraBandung.id-Berikut sinopsis webseries Kupu-Kupu Malam episode 3 yang tayang di WeTV.
Webseries Kupu-Kupu Malam kini menjadi salah satu webseries terlaris usai penonton dibuat penasaran dengan sederet adegan panas yang diperankan Michelle Ziudith dan Lukman Sardi.
Pada episode 1 Kupu-Kupu Malam, Lukman Sardi yang berperan sebagai konglomerat bernama Arif Dirgantara, terobsesi dengan Laura alias Flo seorang mahasiswi cantik yang berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).
Arif Dirgantara yang berkelimpahan materi pun merasa kuasa untuk mem-booking Flo kapan saja.
Sayangnya, Flo punya prinsip bahwa dia hanya bisa ditiduri oleh satu klien dalam setiap kencannya.
Di sisi lain, Arif Dirgantara sudah terlanjur terpesona dengan komolekan tubuh, wajah cantik serta bahasa tubuh Flo yang membuat gairah kelelakiannya membuncah.
Usai bercinta dengan Flo, ingatan Arif seolah tak pernah lepas dari momen romantisnya dengan sang PSK.
Arif selalu membayangkan rangkaian kejadian, ketika Flo melingkarkan tangannya saat berdansa hingga akhirnya Laura yang polos seketika bisa berubah menjadi liar saat bercinta di atas ranjangnya yang dipenuhi mawar merah.
"Satu hal yang saya nggak bisa ngerti dari kamu, kenapa kamu nggak pernah mau melayani klien kamu lebih dari satu kali. Kamu pernah tidur dengan saya satu kali, apa bedanya kalau kamu melakukannya sekali lagi," ujar Arif dengan kalimat memaksa.
Dengan wajah setengah bersedih, Flo alias Laura mengungkapkan bahwa pemikiran Arif salah saat menilainya sebagai seorang wanita Open BO.
"Banyak yang keliru, Pak Arif mengira ketika seorang wanita pernah memberikan tubuhnya sekali terhadap laki-laki itu itu artinya pria itu memiliki akses ke bagian yang paling penting bahkan yang paling suci dari wanita," ucap Flo.
Menurut Flo, jika seorang pria menginginkan wanita yang sama lagi untuk bercinta, maka itu semua bukan lagi hanya tentang seks.
"Memberikan tubuh saya lebih dari satu kali dengan pria yang sama akan dianggap sebagai penyerahan diri Pak Arif, saya tidak mau memberikan pikiran saya, perasaan saya dan jiwa saya kepada klien saya. Mereka hanya bisa menyentuh saya sekali dan saya tidak akan membiarkan mereka melakukan itu lagi, semoga bisa dimengerti," katanya.
Mendengar pernyataan Flo, Arif Dirgantara justru malah tertawa geli. Ia bahkan sedikit sinis dan sedikit memandang rendah Flo.
"Maaf Pak Arif apa ada yang terkesan lucu dari penjelasan saya," tanya Flo.