SuaraBandung.id - Gong xi fa cai, kalimat yang sering diucapkan orang-orang saat tahun baru imlek yang selalu didominasi oleh pernak-pernik dan pakaian warna merah.
Meski sering mendengar atau mengucapkan banyak dari masyarakat Indonesia tidak mengetahui makna dari kalimat gong xi fa cai itu sendiri.
Bahkan beberapa orang malah cenderung penasaran dengan legenda makhluk Nian yang selalu menempel atau dikaitkan dengan adanya tahun baru imlek.
Untuk itu, mari kita cari tahu tentang arti gong xi fa cai, makhluk nian dan warna merah yang identik dengan tahun baru Imlek.
Arti Gong Xi Fa Cai
Pengertian dari kata Gong Xi Fa Cai (dibaca: Kiong Hi Fat Chai) jika diartikan adalah “Selamat & Sejahtera”, merupakan ucapan yang biasa digunakan pada saat Imlek.
Penggunaan dua kata pertama adalah “Gong Xi” memiliki sejarah penggunaan yang bisa dibilang panjang, namun apabila diberdasarkan kepada legenda kuno masyarakat Tionghoa
Maka ucapan ini digunakan untuk mengucapkan selamat kepada penduduk cina yang telah berhasil mengatasi kedatangan makhluk Nian yang selalu datang di musim semi.
Namun menurut sebuah jurnal peneltian yang ditulis oleh Rd. Dancu Lokita Pramesti Dewi, diluar legenda yang dijelaskan sebelumnya kalimat gong xi ternyata disangkut pautnya dengan tealitas sosial.
Baca Juga: NCT Dream Bakal Konser Lagi di Indonesia 3 Hari Berturut-turut, Catat Tanggalnya
Kalimat ini lebih mengarah untuk ucapan selamat merayakan hari raya diantara para penduduk cina untuk merayakan juga berlalunya musim dingin yang luar biasa kerasnya.
Pada perkembangan selanjutnya, seiring membaiknya harapan kesejahteraan yang menggangkat kondisi yang serba keras di Cina lalu muncul kalimat fa chai
Semangat kapitalisme dan konsumerisme yang melanda seluruh komunitas china seluruh dunia menjadikan ditambahnya “Fa Chai” (sejahtera atau makmur).
Lengenda Makhluk Nian
Berdasarkan legenda kuno, tahun baru Imlek dirayakan saat orang Tionghoa berhasil melawan hewan mitos yang disebut sebagai Nian (arti- tahun).
Sebagai informasi, makhluk Nian ini seringdigambarkan sebagai makhluk buas raksasa yang hidup di laut ataupun di gunung dan keluar pada musim semi.