SuaraBandung.id - Perayaan Hari Suci Nyepi tahun 2023 jatuh pada tanggal 22 Maret, tepatnya hari Rabu minggu ini.
Nyepi adalah hari suci dimana para penganut Hindu merayakan hari sacral itu. Nyepi jatuh di setiap Tahun Baru Saka.
Ketika perayaan Hari Suci Nyepi ada hal-hal menarik yang perlu kamu ketahui.
Dilansir dari youtube Link Spot Channel, Selasa (21/3/2023), inilah 5 fakta menarik Hari Nyepi di Bali:
1. Pantangan ketika Nyepi
- Amati Geni yaitu tidak dibolehkan menyalakan api dan cahaya
- Amati Karya yaitu tidak beraktifitas
- Amati Lelungan yaitu tidak berpergian
- Amati Lelanguan yaitu tidak bersenang-senang atau berhura-hura
Pantangan ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Bali, namun juga pendatang dari luar pulau Bali untuk ikut berpartisipasi dan menghormati Hari Raya Nyepi.
Pantangan ini bermanfaat untuk merileksasikan dan menyegarkan pikiran.
2. Jalan yang lengang
Saat nyepi tidak ada yang melakukan aktifitas dan otomatis jalan menjadi lengang.
Tidak ada kendaraan yang melintas, hanya ada petugas yang berlalu lalang untuk menjaga keamanan.
Aktifitas di bandara, jalan tol, terminal dan pelabuhan dihentikan. Menjadikan Bali seperti kota mati.
Namun ada kendaraan yang diperbolehkan melintas seperti ambulance tanpa membunyikan sirine.
3. Bebas polusi
Hal ini terjadi karena tidak ada kendaraan yang berkativitas selama nyepi. Udara lebih segar dan bersih dari biasanya.
Selain itu, Nyepi juga berkontribusi dalam penghematan sumber daya alam.
Bali menghemat listrik kurang lebih 60% dari biasanya dan menghemat bahan bakar solar kurang lebih 500 ribu liter.
4. Langit bertabur bintang
Hal ini disebabkan tidak adanya polusi kendaraan bermotor. Bintang akan terlihat jelas, terlebih warga Bali diwajibkan memadamkan lampu atau cahaya sebelum pukul 19.00 waktu setempat.
5. Pertunjukan kesenian dan budaya
Sehari sebelum perayaan Hari Raya Nyepi, masyarakat akan berbondong-bondong menyaksikan pawai ogoh-ogoh dengan ukuran raksasa dan menyeramkan.
Dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu sembahyang bersama di tepi laut dan sehari setelah Nyepi, ada tradisi Omed-Omedan yaitu berciuman masal.
Omed-omedan bukan berati memperlihatkan hal vulgar, tapi untuk memperkuat Tri Paratha yaitu rasa asah, asih dan asuh. Ketiga hal tersebut bermakna mendidik, mengasihi dan membina. (*)
Sumber: Youtube Link Spot Channel