SUARA BANDUNG – Kasus KDRT yang menimpa Venna Melinda sudah memasuki sidang kedua hari Senin lalu.
Kasus ini semakin banyak dilirik masyarakat berkat konferensi pers yang dilakukan kuasa hukum Ferry Irawan, di mana kebenarannya perlu dipertanyakan.
Hotman Paris mengungkapkan kronologi kejadian KDRT secara ringkas kepada awak media, yang tentunya kronologi berdasarkan kliennya, Venna Melinda.
"Saya belum bisa ngomong secara detail, tapi memang dia berusaha membela diri, sampai akhirnya dia bisa keluar kamar, dengan hidung yang sudah berdarah-darah," kata kuasa hukum Venna Melinda itu, Selasa (4/4/23).
Hotman Paris menambahkan, bahwa setelah keluar dari kamar, petugas hotel mendatangi korban dan kemudian dipanggilkan polisi, runtutan kejadian di luar kamar itu terekam oleh CCTV hotel.
Motif KDRT yang dilakukan Ferry Irawan belum bisa diungkapkan secara detail oleh Hotman Paris. Akan tetapi, dirinya menduga sudah ada percekcokan di antara keduanya jauh sebelum kejadian KDRT.
"Sepertinya sebelumnya sudah ada percekcokan mereka, dan katanya ini semakin intens percekcokan itu karena si Venna ini mau kembali ke dunia politik," ujar Hotman.
Ada ketidaksukaan Ferry Irawan apabila Venna kembali ke dunia politik, yang pastinya akan membuat dirinya tampil lebih cantik serta bertemu dengan banyak orang seperti politikus dan juga pengusaha.
Diduga Ferry tidak senang dengan realita tersebut, sehingga akhirnya percekcokan semakin memanas dan terjadi kekerasan.
"Ada kemungkinan bahwa si suami tidak senang gitu lho," tambahnya. (*)
Sumber: Youtube Intens Investigasi