Suara Bandung - THR atau Tunjangan Hari Raya adalah salah satu hal yang ditunggu-tunggu oleh para pekerja muslim menjelang lebaran. THR biasa diberikan oleh perusahaan senilai gaji 1 bulan.
Sayangnya, banyak orang merasa bahwa THR seringkali habis begitu saja tanpa kejelasan. Hal ini tentu bisa dihindari dengan manajemen keuangan yang baik.
Pakar keuangan dan investasi Prita Ghozie memberikan tips bijak dalam mengalokasikan THR. Menurutnya, THR perlu dibagi ke dalam beberapa pos keuangan agar terkendali dan tidak boros.
Pos pertama, alokasikan 5% THR untuk sedekah seperti zakat fitrah dan infaq. Jumlah ini bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan, yang penting tetap ikhlas dan tulus saat bersedekah.
Pos keuangan kedua, sisihkan 10% THR untuk dana darurat. Hal ini penting agar kondisi keuangan tetap stabil dan aman seandainya ada pengeluaran yang tak diduga.
Lalu pos keuangan ketiga, alokasikan maksimal 50% dari THR untuk kebutuhan lebaran seperti makanan, baju baru, dan 'angpao' untuk keponakan atau saudara. Pastikan pos pengeluaran ini tetap hemat karena seringkali orang-orang tak sadar menghabiskan terlalu banyak untuk kebutuhan lebaran.
Yang terakhir, alokasikan maksimal 20% dari THR untuk kebutuhan mudik seperti biaya transportasi, BBM, uang parkir, atau tiket perjalanan. Untuk makan dan jajan saat di kampung halaman, gunakan uang dari gaji, bukan THR.
Sisa dari THR bisa digunakan untuk menabung, investasti, atau kebutuhan Idul Adha. Jika masih memiliki cicilan atau pinjaman, sisa THR ini juga bisa dimanfaatkan untuk membantu melunasinya.*
Sumber: Instagram @pritaghozie