SUARA BANDUNG - Hubungan manajemen Persib dengan Bobotoh akhir-akhir ini sedang mendapat sorotan.
Ketidakharmonisan kedua belah pihak tersebut diduga penyebabnya adalah ketidakpuasan bobotoh atas kebijakan manajamen, salah satunya terkait tiket pertandingan.
Belum lagi soal hasil pertandingan Persib yang masih nihil kemenangan, sangat berpotensi menjadi masalah baru bagi Persib Bandung.
Dalam beberapa laga kandang di awal musim ini, bobotoh pernah melakukan aksi walk out (meninggalkan stadion) pada menit ke 75 saat menjamu Madura United, Minggu (2/7/2023).
Lalu memasang spanduk protes dan kritik untuk manajemen hingga seruan untuk mengosongkan stadion saat laga kandang.
Sebelumnya, bobotoh juga sering memprotes dan mengkritik manajemen dengan cara mendatangi kantor Persib di Jalan Sulanjana, Kota Bandung. Terakhir, usai Persib ditaklukan PSM Makassar pada Minggu malam, 22 Juli 2023.
Aksi-aksi dari Bobotoh tersebut mendapat komentar dari Eko Noer Kristiyanto atau kerap disapa Eko Maung.
Dalam kanal YouTube BobotohTV, MamprangTV! (25/7/2023), Eko Maung menjelaskan, aksi yang dilakukan Bobotoh terlalu sering dan terkadang tanpa tujuan yang jelas. Sehingga aksi yang dilakukan menjadi bias dan dianggap hal biasa.
Eko Maung membandingkan aksi Bobotoh dengan aksi yang pernah dilakukan oleh Jakmania (pendukung Persija) dan Bonek (pendukung Persibaya).
Jakmania pernah melakukan aksi protes terhadap manajemen Persija ketika harga penjualan merchandise berupa jersey terlalu mahal.
Saat itu, Jakmania kompak memboikot untuk tidak membeli produk tersebut. Kemudian manajemen pun merespon aksi itu dengan melakukan penyesuaian harga kembali.
Lalu Bonek, pernah memprotes jadwal pertandingan Persibaya yang dimulai terlalu malam. Aksi Bonek pun menuai hasil positif, PSSI kemudian melakukan revisi jadwal untuk Persibaya.
Menurut Eko Maung, aksi kedua supporter tersebut dinilai lebih efektif, karena aksi dilakukan oleh pendukung klub yang memposisikan diri sebagai kelompok penekan dan dilakukan secara kompak dengan tujuan yang jelas dan terarah.
Sedangkan aksi yang dilakukan oleh Bototoh, dinilai terlalu sering sehingga menjadi bias dan anti klimaks. (*)
Sumber: YouTube BobotohTV, MamprangTV!