SUARA BANDUNG – Anak merupakan sosok yang rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT akibat perlakuan orang tua atau orang dewasa lainnya yang tidak bertanggung jawab.
Maka, pentingnya belajar untuk peduli dan mulai peka terhadap sekitar, karena siapa tahu ada anak yang memiliki ciri-ciri mengalami KDRT.
Bila perlu cari solusi dan segera bertindak untuk menolong anak-anak tersebut sebelum terlambat.
Berikut ini adalah ciri-ciri anak korban KDRT
Cemas berlebihan. Hal ini akan terlihat dari bagaimana perilakunya sehari-hari, apabila dihadapkan pada suatu hal, kecemasan ini akan muncul sebagai tanda bahwa ia traumatis terhadap kejadian yang pernah dialaminya.
Ketakutan. Ketakutan berbeda dengan kecemasan. Anak yang pernah menjadi korban KDRT akan sering terlihat ketakutan. Seperti misalnya ketika dibentak, ia langsung terlihat takut.
Luka atau memar mencurigakan di beberapa bagian tubuh. Hal ini bisa diperhatikan apabila ditemui luka pada tubuh anak-anak, yang mungkin saja luka tersebut merupakan hasil daripada perbuatan orang dewasa yang tidak bertanggung jawab.
Perubahan perilaku pada anak. Perubahan perilaku yang signifikan menjadi salah satu ciri dari anak korban kekerasan. Amati dan perhatikan perubahan perilaku yang terjadi pada diri anak-anak.
Lebih tertutup. Hal ini seringkali disebabkan karena adanya ketakutan dalam diri anak, sehingga menjadikannya lebih tertutup. Bahkan bila sebelumnya anak tersebut lebih terbuka, namun setelah mengalami KDRT bisa saja ia menjadi lebih tertutup karena perasaan traumatisnya.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan di Kejuaraan Voli Asia 2023
Suka mencari perhatian. Hal ini disebabkan oleh perilaku buruk yang diterima sang anak sehingga menjadikannya lebih suka mencari perhatian, karena hal yang diterimanya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.
Prestasi belajar menurun. Menurunnya prestasi akibat lelahnya mental dan menjadikan fokus belajarnya juga terganggu.
Gangguan imunitas karena kelelahan mental. Mudah sakit yang terjadi akibat dari perbuatan jahat yang menjadikan anak lelah secara mental.(*/khanif)
Sumber : @kemenppa