Anggota Polri Sempat Mengeluarkan Kata-kata Kasar Saat Mahasiswa Sebut "Jokowi Tak Belajar Adab"

bandungbarat | Suara.com

Kamis, 15 September 2022 | 21:28 WIB
Anggota Polri Sempat Mengeluarkan Kata-kata Kasar Saat Mahasiswa Sebut "Jokowi Tak Belajar Adab"
Massa kecewa tak ditemui Presiden Joko Widodo aksi tolak kenaikan BBM di Patung Kuda,Jakarta Pusat, foto Rakha, Selasa (13/9/2022). (Suara.com)

SuaraBandungBarat.id - Saat mahasiswa sedang melakukan aksi demo penolakan  kenaikan harga Bahan Bakar Minyak  (BBM) sempat diwarnai perdebatan dengan anggota Kepolisian.

Namun dalam aksi tersebut ada ucapan tidak pantas terlontar dari seorang perwira menengah Polri saat sedang menjaga aksi demonstrasi mahasiswa di Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Kamis (15/9/2022).

Usut punya usut Perwira dengan pangkat tiga bunga melati di pundaknya (Kombes) itu bernama bernama Setyo.

Awal kejadian bermula saat negosiasi antara mahasiswa dan pihak kepolisian.

Saat itu mahasiswa meminta untuk bisa menuju Istana Negara untuk bertemu Presiden Joko Widodo, menyampaikan tuntutannya tentang penolakan kenaikan harga BBM. 

Namun saat itu dihembuskan kabar jika Jokowi sedang berada di Papua.

Mahasiswa pun makin ingin merangsek masuk menuju istana untuk mengecek kebenaran tersebut.

"Tanggal 8 September kemarin pas kami demo pertama Jokowi pulang lewat belakang. Sekarang kita demo kedua katanya ke Papua. Kalau Presiden gak ada, kan ada Wakilnya," teriak orator dari atas mobil komando, Kamis (15/9/2022).

Saat itu, Setyo berupaya meredam mahasiswa dengan menyebut jika pihak Kantor Staf Kepresidenan, bisa menggantikan Jokowi untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Setelah menuju kesepakatan, Setyo menyebut Abraham Wirotomo akan menemuinya.

"5 menit pak," kata mahasiswa.

"Kamu udah kayak komandan saya aja kamu," hardik Setyo.

"Tenang pak," kata mahasiswa lain coba menenangkan.

"Mundur kamu. Belajar adab gak kamu," imbuh Setyo kesal.

Tak hanya itu, kata binatang serta sumpah serapah juga keluar dari mulut Setyo.

Mendengar hujatan Setyo, massa mahasiswa pun sedikit terpancing emosi. Namun ada pula yang menenangkan suasana.

"Tenang pak gak usah nge-gas," ucap mahasiswa.

Akhirnya kericuhan bisa diredam, saat Tenaga Ahli KSP, Abraham Wirotomo muncul di hadapan mahasiswa.

Mahasisa Berjatuhan

Sebelumnya, massa mahasiswa terlibat baku dorong dengan aparat kepolisian saat demonstrasi tolak kenaikan BBM di kawasan Patung Kuda polisi terjadi sekira 5 menit. Usai beradu dorong, mahasiswa pun kembali membentuk border pertahanan dengan berpegangan tangan menghindari penyusup dari luar kedalam barisan mereka.

"Ayo rekan-rekan bentuk kembali border kalian," ungkapnya.

Dengan nada lantang mereka mengecam tindakan kepolisian. Mereka menganggap petugas tidak sepatutnya berbuat hal demikian, lantaran para mahasiswa hanya untuk menyampaikan aspirasinya dengan bertemu Presiden Joko Widodo.

"Pak kami hanya ingin bertemu Jokowi untuk menyampaikan aspirasi," kata orator.

Imbas dari aksi dorong dengan aparat kepolisian, sejumlah mahasiswa berjatuhan. Sebelum terlibat adu dorong, massa mencoba menerobos barier beton dan kawat berduri yang melintang di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat.

Pengamanan Berlapis

Aparat kepolisian melalukan antisipasi kericuhan menjelang aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang digelar oleh massa BEM SI di sekitar Patung Kuda Arjuna, Jakarta Pusat, hari ini.

Pantauan Suara.com, polisi memasang dua lapis kawat berduri dan tiga lapis beton separator. Sejumlah kendaraan taksis polisi juga tampak disiagakan di depan Gedung Sapta Pesona.

Sejumlah anggota polisi tampak sudah bersiaga di sekitar Patung Kuda Arjuna. Selain itu, ada pula water barrier yang disiagakan di lokasi untuk menghalau massa menerobos masuk ke arah Istana Negara.

Terpantau arus lalu lintas dari arah Jalan Medan Merdeka Barat menuju arah Jalan Medan Merdeka Selatan maupun Jalan Thamrin kini sudah ditutup.

Ultimatun Pemerintah

BEM SI mengultimatum pemerintah terkait rencana aksi tolak kenaikan BBM yang kembali digelar di Jakarta, hari ini. Aksi lanjutan ini merupakan bentuk ultimatum kepada pemerintah atas tidak diresponsnya aksi BEM SI sebelumnya pada tanggal 8 September 2022 lalu.

"Sayangnya presiden beserta pihak pemerintah tidak menemui massa aksi. BEM SI memberikan ultimatum kepada pemerintah. Maka dari itu untuk menindaklanjuti ultimatum tersebut, BEM SI kembali turun aksi," kata Koordinator Media BEM SI Luthfi Yufrizal dalam keterangannya.

Luthfi mengatakan aksi itu akan berlangsung pukul 11.00 WIB. Sebanyak 1.000 peserta akan ikut serta dalam aksi tersebut.

"1.000 massa (yang datang)," ujar dia.

Berikut tiga tuntutan yang akan disampaikan massa BEM SI:

Menuntut dan mendesak pemerintah untuk mencabut keputusan terkait kenaikan BBM

Menuntut dan mendesak pemerintah menunda proyek strategis nasional yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat dan mengalihkan anggaran ke subsidi BBM

Menuntut dan mendesak pemerintah untuk menerapkan regulasi pemakaian BBM bersubsidi secara tegas. 

Sumber : Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngeri! Bawa Celurit Mau Ikut Demo, Puluhan Pelajar Lampung Selatan Diciduk Polisi

Ngeri! Bawa Celurit Mau Ikut Demo, Puluhan Pelajar Lampung Selatan Diciduk Polisi

| Kamis, 15 September 2022 | 21:10 WIB

Wilayah Sumatera Utara Siap Hentikan Siaran Televisi Analog

Wilayah Sumatera Utara Siap Hentikan Siaran Televisi Analog

Sumut | Kamis, 15 September 2022 | 21:10 WIB

Usai Hina Keturunan Kyai Pondok Pesantren Lirboyo, Ini Potret Eko Kuntadhi Bertemu Ning Imaz Hingga Minta Maaf Langsung

Usai Hina Keturunan Kyai Pondok Pesantren Lirboyo, Ini Potret Eko Kuntadhi Bertemu Ning Imaz Hingga Minta Maaf Langsung

Bogor | Kamis, 15 September 2022 | 21:09 WIB

Terkini

Gubernur Andi Sudirman Serahkan Mobil Operasional untuk Puskesmas Rongkong

Gubernur Andi Sudirman Serahkan Mobil Operasional untuk Puskesmas Rongkong

Sulsel | Selasa, 28 April 2026 | 10:50 WIB

Dasco Pastikan Korban Argo Bromo Vs KRL Dirawat Maksimal, Ini Daftar Nama yang Meninggal dan Luka

Dasco Pastikan Korban Argo Bromo Vs KRL Dirawat Maksimal, Ini Daftar Nama yang Meninggal dan Luka

News | Selasa, 28 April 2026 | 10:50 WIB

5 Pilihan Parfum Fruity Floral Tahan Lama untuk Daily Wear hingga Kencan

5 Pilihan Parfum Fruity Floral Tahan Lama untuk Daily Wear hingga Kencan

Your Say | Selasa, 28 April 2026 | 10:50 WIB

Taksi Green SM Punya Siapa? Konglomerat Vietnam Disorot Usai Tragedi KA Argo Bromo Vs KRL

Taksi Green SM Punya Siapa? Konglomerat Vietnam Disorot Usai Tragedi KA Argo Bromo Vs KRL

Otomotif | Selasa, 28 April 2026 | 10:49 WIB

Kia Banting Harga Carens dan Sonet 2026 Jadi Lebih Murah Cek Daftar Lengkapnya

Kia Banting Harga Carens dan Sonet 2026 Jadi Lebih Murah Cek Daftar Lengkapnya

Otomotif | Selasa, 28 April 2026 | 10:46 WIB

Efek Domino Tragedi Bekasi: Tiga KA dari Surabaya Berhenti Melaju, Tiket Diganti 100 Persen

Efek Domino Tragedi Bekasi: Tiga KA dari Surabaya Berhenti Melaju, Tiket Diganti 100 Persen

Jatim | Selasa, 28 April 2026 | 10:46 WIB

MTI Desak Reformasi Total Keselamatan Kereta Usai Tragedi Bekasi Timur

MTI Desak Reformasi Total Keselamatan Kereta Usai Tragedi Bekasi Timur

News | Selasa, 28 April 2026 | 10:45 WIB

Persis Solo Kena Bantai di GBK, Milomir Seslija Akui Kehebatan Persija

Persis Solo Kena Bantai di GBK, Milomir Seslija Akui Kehebatan Persija

Bola | Selasa, 28 April 2026 | 10:44 WIB

Singapura soal Selat Hormuz: Melintas Itu Hak, Bukan Hak Istimewa karena Membayar!

Singapura soal Selat Hormuz: Melintas Itu Hak, Bukan Hak Istimewa karena Membayar!

News | Selasa, 28 April 2026 | 10:43 WIB

Buntut Rumah Dijual Niko Al Hakim, Rachel Vennya Cari Kontrakan Mendadak di Jaksel

Buntut Rumah Dijual Niko Al Hakim, Rachel Vennya Cari Kontrakan Mendadak di Jaksel

Entertainment | Selasa, 28 April 2026 | 10:42 WIB