"Ia tampak mengerang kesakitan," kata JPU membacakan dakwaan.
Dari sana JPU melanjutkan dakwaan, jika Ferdy Sambo adalah menjadi orang terakhir yang mengeksekusi Brigadir J.
Kematian Brigadir J kata JPU, disebabkan oleh satu kali tembakan yang dilepaskan Ferdy Sambo di bagian belakang kepala.
"Terdakwa Ferdy Sambo menghampiri korban Nopriansyah Yosua Hutabarat yang tergeletak di dekat tangga depan kamar mandi dalam keadaan tertelungkup masih bergerak-gerak kesakitan," kata JPU.
"Lalu untuk memastikan benar-benar tidak bernyawa lagi, terdakwa Ferdy Sambo yang sudah memakai sarung tangan hitam menggenggam senjata api dan menembak sebanyak satu kali mengenai tepat di kepala bagian belakang sisi kiri korban Nopriansyah Yosua Hutabarat hingga korban meninggal dunia," ujar jaksa membacakan surat dakwaan, dikutip dari Suara.com.
Peluru dari tembakan yang dilakukan Ferdy Sambo disebutkan JPU, menembus kepala bagian belakang sisi kiri Brigadir J melalui hidung sisi kanan bagian luar.
Lintasan anak peluru dari senjata yang dipakai Ferdy Sambo telah mengakibatkan kerusakan tulang tengkorak pada dua tempat yang mengakibatkan kerusakan tulang dasar rongga bola mata bagian kanan.
Atas peristiwa itulah, Ferdy Sambo didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 330 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelum terjadi penembakan, Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo memanggil Bripka Ricky.
Saat Bripda Ricky datang dan menanyakan kondisi, istri Ferdy Sambo tidak menjawab, malah menanyakan keberadaan Brigadir J.
Ricky lantas diperintah Putri untuk memanggil Brigadir J agar menghadapnya di kamar.
Setelah itu, Brigadir J datang dan masuk kamar sekitar 15 menit lamanya. Mereka membicarakan sesuatu yang sama sekali tidak ada yang mengetahuinya.
Setelah Brigadir J keluar kamar, Kuat Ma'ruf masuk menemui Putri Candrawathi.
Di sana Kuat Maruf meminta Putri agar melaporkan semua yang dialami pada Ferdy Sambo yang saat itu sudah di Jakarta.
Pada 8 Juli 2022 dini hari, akhirnya Putri mengikuti saran Kuat Ma'ruf untuk melaporkan apa yang terjadi di Magelang.