Sebagai lulusan filsafat, kemampuan Dian secara tak langsung agak diragukan.
"Kerjaan gua sebagai anak filsafat dan artis ini yang jujur 'Lu bisanya apa ya?' Ditanya gitu. Ya emang bener sih gua juga nggak nyalahin mereka," tutur Dian Sastro
"Karena kalau gua ngelihat ada pelamar yang bentukannya kayak gua, gua juga bertanya 'Ini anak bisa kerja apa?'" lanjutnya.
Namun, Dian bekerja keras untuk berkontribusi pada kantor tersebut.
"Jadi gua tuh merasa harus belajar dua kali lebih keras untuk bisa membuktikan kalau di luar saya artis, saya bisa tetep berkontribusi kok kepada tim."
"'Ayo, Pak, saya mau belajar'," tuturnya.
Meski menjadi artis, Dian tak diperlakukan secara istimewa.
"Lo ngerasa ada privilege juga nggak sih karena lo artis, dikenal orang?" tanya Desta.
"Justru gua ngerasa bukan privilege, tapi justru kayak cuma penghias gitu lho," papar Dian.
Baca Juga: Tips Manjakan Pasangan Tanpa Bersuara, Dijamin Nggak Ada Orang Rumah yang Sadar!
Namun, Dian selalu memikirkan bayinya setelah melahirkan.
"Saat gue kerja di kantor itu, gue sempet nikah juga tahun 2010, terus gue sempet hamil, jadi ada masanya gue hamil-hamil ngantor."
"Terus setelah gue melahirkan kan gua dapet cuti melahirkan tiga bulan."
"Hari pertama gua masuk balik sebagai ibu yang sudah memiliki bayi di rumah, ternyata gua nggak bisa kerja, kepikiran bayi," ungkapnya.
Hal tersebut membuat Dian memutuskan untuk mengundurkan diri meski masih mencintai pekerjaan tersebut.
"Akhirnya gua langsung mengundurkan diri, masih cinta (sama kerjaan itu) dan masih suka," tutup Dian Sastrowardoyo. (*)