SUARA BANDUNG BARAT - Kasus perceraian dapat menjadi sebuah mimpi buruk bagi sebagian orang. Apalagi kalau penyebab perpisahan itu karena adanya orang ketiga.
Namun ternyata menurut Islam, kasus perceraian juga termasuk hal yang dilarang. Ini karena dalam Islam, hubungan suami istri dinilai sebagai suci dan harus dijaga sungguh-sungguh.
Oleh karena itu, jangan sampai rumah tangga hancur apalagi karena kehadiran orang ketiga. Hal ini supaya dapat meminimalisir angka kasus perceraian yang jangan sampai terjadi menurut Islam.
Islam juga memandang tentang kasus perceraian, termasuk jika terjadi karena orang ketiga, sebagaimana dikutip dari akun tiktok Aini Shaqueena.
Orang yang selingkuh, pada akhirnya tidak akan mendapatkan kebahagiaan dari selingkuhannya. Ini karena kebahagiaan dia, Allah catatkan pada orang yang berjuang untuk kehidupannya.
Contohnya, seorang pria mempunyai istri, istrinya berjuang mati-matian. Dalam pikiran istri, mungkin berpikir bahwa suami pasti senang.
Dia dandan cantik, dia olahraga, dia pakai pakaian yang menawan. Kemudian, dia berusaha mati-matian untuk menyenangkan suaminya.
Namun ternyata, suaminya tidak melihat atau menganggap istrinya sama sekali. Suaminya malah melihat perempuan lain.
Maka kemudian, karena egoisme suaminya, ia tidak membalas kebaikan istrinya hingga perjuangan istrinya. Tetapi justru, ia malah melirik perempuan lain demi hawa nafsunya.
Maka, bisa dipastikan bahwa suami tersebut tidak akan bahagia dengan orang yang ia kejar tadi. Ini karena kebahagiaan suaminya hanya Allah tetapkan lewat orang yang berjuang untuk mencintai suaminya.
Melalui orang yang berjuang supaya suaminya mencintai dirinya.
Demikian penjelasan tentang pandangan perselingkuhan menurut Islam. Dalam Islam, selingkuh bukanlah sesuatu hal untuk mendapatkan kebahagiaan, melainkan akan menyakiti pasangan. (*)
Sumber: akun tiktok Aini Shaqueena