SUARA BANDUNG BARAT - Ini pesaing Cak Imin untuk dampingi Ganjar Pranowo lawan Prabowo dan Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Jika skema PKB berkoalisi bersama PDIP maka Cak Imin akan berhadapan dengan Prabowo Subianto dan juga Anies Baswedan.
Sejatinya PDIP menyebut jika Cak Imim masuk radar bakal calon presiden mendampingin kader PDIP, Ganjar Pranowo yang sudah dideklarasikan menjadi bakal calon presiden.
Saat ini ada tiga nama yang sudah dinyatakan sebagai bakal calon presiden, pertama Anies Baswedan, lalu Ganjar Pranowo, dan juga Prabowo Subianto.
Selama ini Cak Imin lebih erat disandikan dengan Prabowo Subianto lantaran jauh-jauh hari PKB dan Gerindra sepakat berkoalisi.
Namun, peta politik menuju 2024 masih sangat cair. PDIP yang sudah punya kader untuk maju menggantikan Joko Widodo alias Jokowi, melirik Cak Imin untuk diduetkan bersama Ganjar Pranowo.
Nama Cak Imin semakin jelas akan menjadi pendamping Ganjar Pranowo setelah disebut secara tegas dan lantang oleh Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.
Ketua DPR RI itu mengemukakan bahwa nama calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah mengerucut kepada lima nama, satu di antaranya adalah Cak Imin.
Sebelumnya mengerucut pada lima nama, Puan pernah menyebut ada 10 nama yang akan dipilih untuk mendampingi Capres Ganjar Pranowo.
Baca Juga: PKB dan PDIP Nempel, Cak Imin Bakal Cawapres Ganjar Pranowo? Puan Maharani: Mantap
Dan saat ini, Puan Maharani memastikan sudah mengerucut menjadi lima nama.
Dari lima nama yang sudah dikantongi ada nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.
"Sekarang sudah mengerucut lima nama. Salah satunya Cak Imin," terang Puan, Minggu (23/7/2023).
Puan menjelaskan selain Cak Imin ada nama-nama seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Mantan Panglima TNI Andika Perkasa, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Pak Sandiaga, Pak Erick, Pak Andika, Mas AHY, Cak Imin. Mantap semua kan," ungkap dia.
Menurutnya komunikasi dengan berbagai partai terus dilakukan salah satunya dengan PKB.
Puan bahkan menyebut bahwa dari dulu PDIP dan PKB itu seperti saudara. Di mana selalu bersilahturahmi, hingga selalu berusaha mencocokan visi dan misi.
"Ini sudah dimulai sejak zaman Bung Karno yang menjalin komunikasi dengan NU," katanya.
Putri Ketum PDIP Megawati Sukarnoputri ini masih berharap agar PKB bersama PDIP.
Meski saat ini PKB sudah berkoalisi dengan Partai Gerindra, bahkan disebut sebagai cawapres dari Capres Prabowo Subianto.
"Saya masih berharap, PKB masih bersama PDIP. PKB dan PDIP nempel kayak saudara," katanya.
Kontributor : Ari Welianto