bandungbarat

Dokter Boyke Tegaskan Kecanduan Film Dewasa Merusak Otak hingga Masa Depan: Harus Ingat Bahwa yang Diserang...

bandungbarat Suara.Com
Jum'at, 08 September 2023 | 20:24 WIB
Dokter Boyke Tegaskan Kecanduan Film Dewasa Merusak Otak hingga Masa Depan: Harus Ingat Bahwa yang Diserang...
Ilustrasi, kecanduan film dewasa yang merusak otak kata Dokter Boyke. (cottonbro studio dari Pexels)

SUARA BANDUNG BARAT - Seksolog ternama Indonesia, dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS alias Dokter Boyke jelaskan dampak kecanduan film dewasa.

Menurutnya, seseorang yang kecanduan film dewasa itu akan mengalami kelainan di otaknya.

"Yang namanya kecanduan pornografi itu mengakibatkan kelainan di otak," kata Dokter Boyke yang dikutip dari Youtube Kacamata dr. Boyke pada Jumat (8/9/2023).

Dijelaskan juga bahwa ketika menonton film dewasa, otak akan mengeluarkan salah satu hormon yang dinamakan hormon dopamin.

Hormon dopamin akan memberikan rasa senang, bahagia, nyaman bagi orang tersebut, tapi juga mengakibatkan efek ketagihan dalam melakukannya.

"Ketika kita menonton film dewasa, maka otak akan mengeluarkan hormon dofamin, dofamin ini memberikan kita bahagia, senang, nyaman, tapi jeleknya memberikan ketagihan," jelasnya.

Apabila seseorang terus melakukannya, maka semakin lama akan semakin sering sehingga bagian otak atau yang disebut pre frontal cortex akan dibanjiri hormon dopamin.

"Makin lama hormon dopamin makin membanjiri otak kita, kita harus ingat bahwa yang diserang adalah pre frontal cortex (PFC)," ujarnya.

Adapun fungsi dari PFC yaitu untuk menghasilkan berbagai hal positif seperti keputusan, mengendalikan emosi, merencanakan masa depan, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Manfaat Lakukan Foreplay Bagi Laki-Laki Sebelum Bermain Bersama Istri

Maka dari itu, jika PFC dipenuhi dengan hormon dopamin, maka hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh PFC tersebut akan hilang.

"PFC bertanggung jawab untuk untuk membuat keputusan, untuk rasa percaya diri, untuk mengendalikan emosi, untuk merencanakan masa depan, untuk kita bisa bersikap lebih toleran, kalo PFC dibanjiri oleh hormon dopamin tadi, maka sifat-sifat itu hilang," sambungnya.

Alhasil, jika PFC dipenuhi hormon dopamin maka seseorang tidak akan bisa merencanakan masa depan hingga hilangnya toleransi terhadap orang lain.

"Kita tidak bisa merencanakan masa depan, kita gak bisa memutuskan, bingung, gak percaya diri, bahkan gak toleran terhadap orang lain, semuanya salah aja," imbuhnya.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI