facebook

Kebijakan Moneter Indonesia Dipuji di Forum G20

Doddy Rosadi
Kebijakan Moneter Indonesia Dipuji di Forum G20
Menteri Keuangan Chatib Basri dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan). [suara.com/Adrian Mahakam]

Kebijakan moneter Indonesia menimbulkan kepercayaan kepada investor.

Suara.com - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, Indonesia memperoleh apresiasi dari forum G20 terkait kebijakan moneter maupun fiskal yang tepat dalam mengatasi isu defisit neraca transaksi berjalan.

"Kebijakan Indonesia dianggap tepat, bagaimana merespon dengan fiskal untuk mengurangi subsidi BBM, dan Bank Indonesia juga menaikkan interest rate membuat nilai tukar menguat," katanya, seperti dilansir dari laman Indonesia.go.id, Kamis (17/4/2014).

Menteri Keuangan Chatib Basri bersama Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo telah menghadiri Pertemuan G20 tingkat menteri keuangan dan gubernur bank sentral di Washington, Amerika Serikat, 10-13 April 2014.

Ia menambahkan kebijakan moneter dan fiskal yang sesuai untuk menjaga fundamental ekonomi tersebut, memberikan kepercayaan kepada investor atas prospek ekonomi Indonesia yang lebih memadai di masa mendatang.

Namun, Chatib mengaku kebijakan ini merupakan solusi jangka pendek, untuk itu upaya jangka panjang dalam memperbaiki kinerja perekonomian nasional harus dilakukan melalui pembenahan atau reformasi struktural.

"Kebijakan ini hanya jangka pendek, tidak mungkin ada pengetatan fiskal maupun moneter terus menerus, makanya harus diimbangi dengan reformasi struktural, yang dilakukan dalam konteks sistem politik," katanya.

Selain itu, dalam forum G20 juga dibahas mengenai pemulihan ekonomi di AS, serta kemungkinan rencana The Fed (Bank Sentral AS) yang akan menaikkan suku bunga acuan pada Juni 2015 setelah "tapering off" selesai dilakukan.

"Kebijakan moneter akan terkoneksi dengan tingkat pengangguran AS, kalau itu mencapai 6,5 persen, setelah tapering off, maka interest rate akan dinaikkan. Rasanya emerging market perlu untuk mengantisipasi hal itu," ujar Chatib. (Antara)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS