Array

Swasembada Daging Sapi Terancam Gagal Karena Surra

Doddy Rosadi Suara.Com
Jum'at, 18 April 2014 | 19:38 WIB
Swasembada Daging Sapi Terancam Gagal Karena Surra
Ilustrasi sapi. (freedigitalphotos)

Suara.com - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian menyatakan, penyakit surra masih menjadi ancaman terhadap pengembangan kawasan peternakan.

Pelaksana Harian Sekretaris Balitbangtan Prama Yufdi mengatakan, dalam rangka mewujudkan pencapaian program swasembada daging sapi dan kerbau 2014 pemerintah memiliki kebijakan pengembangan kawasan ternak di beberapa wilayah di Tanah Air.

Program tersebut, tambahnya, terkait erat dengan meningkatnya lalu lintas ternak dari daerah bibit ke wilayah kawasan ternak yang baru, termasuk cekaman masuknya atau menyebarnya penyakit ternak bila tidak disertai pemeriksaan yang intensif sebelum dilakukan pengiriman.

"Salah satu penyakit ternak yang berpotensi menjadi ancaman program tersebut adalah surra," katanya.

Menurut dia, Surra merupakan penyakit yang disebabkan protozo darah Trypanosoma evansi, dan terkait erat dengan lalu lintas ternak baik nasional maupun internasional. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan lalat penghisap darah dan tersebar luas di kepulauan Indonesia.

Meskipun tidak dikategorikan sebagai penyakit zoonosis (dapat menular ke manusia), tapi kasusnya pernah dilaporkan menyerang pada peternak sapi di India. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan sangat besar berupa kematian, harga obat yang mahal serta biaya penanggulangan vektornya.

Di Sumba, masuknya surra pada 2010 akibat masuknya ternak yang terinveksi T.evansi ke wilayah tersebut.

"Akibatnya dalam waktu cepat ribuan ternak mati sampai diumumkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) yang mana kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah," katanya.

Setelah surra diumumkan sebagai KLB di Pulau Sumba dan Dharmasraya Sumatera Barat pada 2012, pada awal 2014 kasus serupa terjadi di beberapa kabupaten di Provinsi Banten yang mengakibatkan kematian puluhan ternak kerbau baik kerbau lokal maupun bantuan pemerintah.

"Hasil analisis terhadap vektor lalat penghisap darah menunjukkan hasil positif yang mengindikasikan adanya ancaman penyakit surra lebih meluas," kata Prama Yufdi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

REKOMENDASI

TERKINI