Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik dan Menteri Transportasi, Inovasi Dan Teknologi Austria Doris Bures menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum Of Understanding/MoU) Kerja Sama Teknologi Infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Senin (5/5/2014).
Nota kesepahaman antar kedua negara ini dibuat dengan mempertimbangkan kepentingan bersama dalam mengembangkan kerja sama energi baru terbarukan antara Republik Indonesia dan Republik Federal Austria. Kedua negara juga mengakui pentingnya energi terbarukan bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.
Kerjasama di bawah Nota Kesepahaman ini antara lain meliputi peningkatkan investasi di bidang teknologi infrastruktur PLTA, mendorong transfer teknologi PLTA, eksplorasi potensi kerjasama pada bidang energi terbarukan lain di masa depan serta kerja sama ilmiah dan teknis.
Rencana Kerja Sama PLTA antara Indonesia dan Austria ini telah disampaikan saat kunjungan Duta Besar Austria untuk Indonesia kepada Wakil Menteri ESDM pada tanggal 16 Januari 2014 yang lalu. Kementerian ESDM menyambut baik tawaran kerja sama ini, mengingat Austria telah memiliki pengalaman yang luas dalam pengembangan PLTA.
Selanjutnya, dilakukan rapat yang melibatkan unit-unit di lingkungan Kementerian ESDM, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Hukum dan HAM untuk membahas konsep MoU ini. Perusahaan energi terbarukan Austria yang telah beroperasi di Indonesia adalah Andritz Hydro, perusahaan Austria yang bergerak di bidang penyediaan jasa dan sistem mekanik-elektro untuk fasilitas PLTA yang memiliki reputasi sebagai perusahaan global yang unggul dalam daya hidrolik.
Dikutip dari laman esdm.go.id, Senin (5/5/23014), Andritz Hydro beroperasi di Indonesia melalui pembangunan PLTA terbesar di Indonesia, yaitu PLTA Cirata, yang listriknya dijual ke PT PLN guna mendukung pemenuhan kebutuhan listrik nasional.