Pengamat: Capres Terpilih Harus Menunda Indonesia Masuk MEA

Achmad Sakirin

Minggu, 22 Juni 2014 | 11:54 WIB
Pengamat: Capres Terpilih Harus Menunda Indonesia Masuk MEA
Ilustrasi. Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. (Shutterstock)

Suara.com - Calon presiden yang terpilih nantinya diharapkan dapat membuat keputusan strategis menunda Indonesia masuk dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang menerapkan ekonomi pasar bebas 2015.

Pakar Hubungan Internasional Universitas Sumatera Utara (USU) Rosmeri Sabri di Medan, Minggu (22/6/2013), mengatakan, penundaan itu sangat penting karena Indonesia belum siap mengikuti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menurutnya MEA menerapkan persaingan ekonomi yang sangat keras tersebut.

"Indonesia belum siap. Dari sisi mana kita siap. Atas nama pasar bebas, kita akan menjadi 'makanan' mereka," katanya.

Menurut Rosmeri, dari aspek keterampilan (skil), Indonesia jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan sumber daya manusia yang dimiliki Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Kondisi itu dapat dilihat dari data statistik tentang sebaran tenaga kerja Indonesia yang masih didomoniasi tamatan SD dan SMP.

"Sedangkan negara lain sudah S-1. Jadi, dari aspek skil, negara lain lebih menguasai," katanya.

Kemudian, Indonesia juga masih tertinggal dengan persediaan modal untuk mengeksplorasi berbagai sumber daya alam yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Dengan modal yang besar, tenaga ahli, dan penguasaan teknologi yang dimiliki, negara ASEAN seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia akan leluasa mengeksplorasi berbagai sumber daya alam Indonesia.

Karena itu, pemerintah Indonesia harus menunda pemberlakuan MEA tersebut sambil mempersiapkan diri agar tidak menjadi "makanan empuk" bagi negara lain.

Hal itu untuk tetap menjaga kebanggaan sebagai negara yang berdaulat, Indonesia yang memiliki banyak sumber daya alam dapat mencari tenaga terampil dan modal dari pasar internasional.

"Banyak kok ahli-ahli eksplorasi, kita bayar mereka. Kita yang mengelola sendiri, tetapi tenaganya kita gaji dari aspek profesionalitas," katanya.

Kebijakan tersebut diperkirakan memang mahal dari segi pendanaan.

"Namun jauh lebih mahal jika mengorbankan sumber daya alam. Itu berkah dari Tuhan, Tidak bisa tergantikan dengan apapun," ujar Rosmeri. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sahabat Prabowo Gelar Aksi Simpatik Bagikan Susu

Sahabat Prabowo Gelar Aksi Simpatik Bagikan Susu

News | Minggu, 22 Juni 2014 | 11:23 WIB

Hatta Janji Perhatikan Pengusaha Kecil

Hatta Janji Perhatikan Pengusaha Kecil

News | Sabtu, 21 Juni 2014 | 17:38 WIB

JK Janji Bangun Rusun Khusus Buruh

JK Janji Bangun Rusun Khusus Buruh

News | Sabtu, 21 Juni 2014 | 12:25 WIB

Fadli Zon: Wiranto Jenderal Pengecut

Fadli Zon: Wiranto Jenderal Pengecut

News | Jum'at, 20 Juni 2014 | 22:47 WIB

Gratis Biaya Mengurus SIUP Jika Jokowi Terpilih

Gratis Biaya Mengurus SIUP Jika Jokowi Terpilih

News | Jum'at, 20 Juni 2014 | 21:10 WIB

Terkini

Babak Baru Kasus Gibran Tipu Malaysia: KPK Negeri Jiran Bergerak Telusuri Uang Rp600 M

Babak Baru Kasus Gibran Tipu Malaysia: KPK Negeri Jiran Bergerak Telusuri Uang Rp600 M

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas

Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api

Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:02 WIB

520 Hari Tanpa Laga Resmi, Mees Hilgers Ungkap Perjalanan Berat Sebelum Comeback

520 Hari Tanpa Laga Resmi, Mees Hilgers Ungkap Perjalanan Berat Sebelum Comeback

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:02 WIB

×