Suara.com - Harga ikan yang dijual di pasar Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, mengalami kenaikan hingga 100 persen setelah Idul Fitri 1435 Hijriah.
Berdasarkan pemantauan di Mamuju, Jumat, (8/8/2014) harga ikan yang dijual pedagang di pasar setempat naik 100 persen, seperti ikan jenis layang yang sebelumnya dijual Rp3.500 per ekor naik menjadi Rp7.500 per ekor.
Harga ikan cakalang yang sebelumnya Rp10.000 per ekor, naik mencapai Rp20.000 per ekor.
Kondisi itu terjadi setelah Idul Fitri 1435 Hijriah "Ini tidak biasanya. Sebelum Idul Fitri harga ikan stabil, tetapi setelah Lebaran ini malah naik 100 persen dan tidak turun lagi," kata Ani, salah seorang warga.
Menurut dia, kenaikan harga ikan di Mamuju diduga karena nelayan masih banyak yang belum melaut akibat mudik Lebaran ke kampung halaman di Kabupaten Majene dan Mamuju, dua pekan lalu.
Namun, kata dia, seharusnya harga ikan sudah turun atau normal kembali, karena nelayan telah selesai mudik Lebaran dan nelayan kembali menangkap ikan di perairan laut Mamuju.
"Nelayan sudah melaut otomatis ikan banyak di pasar dan harganya seharusnya turun. Namun, ternyata tidak demikian, harga ikan tetap naik. Kalau begini masyarakat terbebani secara ekonomi karena harga ikan tidak terjangkau akibat naik dua kali lipat untuk semua jenis ikan yang dijual di pasar," katanya.
Ia berharap pemerintah segera mengendalikan harga ikan agar dapat dibeli masyarakat sebagai kebutuhan sehari-hari.
Seorang pedagang ikan mengatakan kenaikan harga tersebut mungkin disebabkan karena masih banyak nelayan yang telah mudik, namun belum melaut.
"Mungkin nelayan yang sudah mudik belum melaut jadi ikan yang ditangkap nelayan terbatas sehingga harga tinggi," katanya. (Antara)