Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Tolak Naikkan BBM, SBY Tidak Bisa Disalahkan

Doddy Rosadi

Rabu, 27 Agustus 2014 | 10:55 WIB
Tolak Naikkan BBM, SBY Tidak Bisa Disalahkan
Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar habis di SPBU. [Antara/Rudi Mulya]

Suara.com - Kelangkaan BBM subsidi di sejumlah daerah bukan murni kesalahan pemerintahan SBY-Boediono. Pengamat Energi Indonesian Resources Studies, Marwan Batubara mengatakan, DPR mempunyai peranan besar terhadap semakin menipisnya stok BBM subsidi.

Kata dia, dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014, DPR mengurangi kuota BBM subsidi dari 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter.

Pengurangan kuota BBM subsidi itu memicu terjadinya kelangkaan BBM di sejumlah daerah karena Pertamina mulai mengurangi pasokan di SPBU agar kuota BBM subsidi tidak melampaui batas.

“Jadi memang ada yang salah ketika UU APBN P 2014 dibahas di DPR saat kuota BBM subsidi dikurangi 2 juta kiloliter. Dengan konsumsi yang terus meningkat maka kebutuhan masyarakat terhadap BBM subsidi tiap tahun selalu naik. Karena dikurangi maka yang terjadi seperti sekarang ini, stok BBM subsidi mulai langka di sejumlah daerah,” kata Marwan kepada suara.com melalui sambungan telepon, Rabu (27/8/2014).

Marwan menambahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak bisa disalahkan karena tidak mau menaikkan harga BBM subsidi. Menurut dia, SBY hanya menjalankan amanat dari UU APBN P 2014 yaitu kuota BBM subsidi sebesar 46 juta kilo liter.

Cara yang dilakukan pemerintahan SBY untuk menjamin kuota tersebut tidak melebihi batas adalah dengan melakukan pembatasan penjualan BBM subsidi. Menurut dia, pemerintahan yang akan datang bisa langsung menaikkan harga BBM subsidi atau menambah kuota BBM subsidi.

“Ada dua cara, menambah kuota BBM subsidi tanpa menaikkan harga atau menambah kuota sekaligus menaikkan harga. Salah satu opsi ini bisa diambil oleh pemerintahan Jokowi-JK,” tegasnya.

Kata dia, setiap penambahan 1 juta kilo liter BBM subsisi memerlukan dana Rp20-Rp25 triliun. Apabila stok BBM subsisi ditambah 2 juta kiloliter maka diperlukan dana tambahan Rp40-Rp50 triliun.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Chatib Basri mengungkapkan, pemerintah tidak ada rencana untuk menaikkan harga BBM. Kenaikan harga BBM akan diputuskan oleh pemerintahan baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Stok BBM Habis, Sejumlah SPBU Tutup

Stok BBM Habis, Sejumlah SPBU Tutup

Bisnis | Rabu, 27 Agustus 2014 | 08:46 WIB

Pemerintah Jamin Tak Ada Lagi Antrean di SPBU

Pemerintah Jamin Tak Ada Lagi Antrean di SPBU

Bisnis | Rabu, 27 Agustus 2014 | 06:43 WIB

JK Tak Rela Rakyat Antre Beli BBM

JK Tak Rela Rakyat Antre Beli BBM

News | Selasa, 26 Agustus 2014 | 20:36 WIB

Terkini

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:25 WIB

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:32 WIB

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:10 WIB

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:03 WIB

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:53 WIB

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:37 WIB

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:31 WIB

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:13 WIB