Proses Pemilihan Anggota BPK di DPR Hanya Basa-basi

Doddy Rosadi

Jum'at, 05 September 2014 | 15:30 WIB
Proses Pemilihan Anggota BPK di DPR Hanya Basa-basi
Ilustrasi (bpk.go.id)

Suara.com - Calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan Eddy Rasyidin mengusulkan untuk mengubah proses pemilihan anggota BPK yang dinilai tidak akuntabel saat uji kelaikan dan kepatuhan di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat.

"Proses pemilihannya sudah tidak akuntabel, tidak transparan. Hanya dengan persyaratan minim, kemudian 'fit and proper' setengah jam, saya rasa itu hanya basa basi," ujar Eddy Rasyidin, yang juga mantan Staf Ahli Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR di Jakarta, Jumat, (5/9/2014).

Eddy mengatakan, dengan proses tersebut, mustahil mendapatkan anggota BPK yang memiliki integritas, independen dan profesional.

"Sebetulnya proses tersebut tidak salah juga, karena undang-undangnya berbunyi demikian. Oleh karena itu, perlu revisi UU tentang BPK, terutama terkait pemilihan anggota BPK," ucap Eddy.

Eddy berharap, pemilihan anggota BPK bisa dilakukan seperti pemilihan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di mana tim seleksinya melakukan penggodokan selama empat bulan untuk mencari orang-orang yang berintegritas tinggi.

Eddy mengaku telah mengikuti empat kali uji kelaikan dan kepatuhan calon anggota BPK, yakni pada 2010, 2011, 2012 dan 2014, meskipun ia mengaku tidak terlalu berambisi untuk menduduki jabatan sebagai anggota BPK.

Namun, lanjutnya, ia berharap keikutsertaannya pada uji kelaikan dan kepatuhan, dapat menampung masukan dan pemikirannya kepada DPR, yang akhirnya akan disampaikan ke BPK.

"Saya tidak terlalu ingin menjadi anggota BPK, namun saya berharap DPR bisa menyampaikan masukan dan pemikiran saya kepada BPK," tuturnya.

Eddy merupakan salah satu calon anggota BPK yang menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI DPR pada Jumat (5/9) pukul yang digelar sejak pukul 10.30 WIB.

Selain Eddy, terdapat dua calon anggota BPK lainnya yang mengikuti uji kelaikan dan kepatuhan di Komisi XI pada jadwal yang sama, yakni Eddy Faisal dan Suprayitno. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Calon Anggota BPK

Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Calon Anggota BPK

Bisnis | Rabu, 03 September 2014 | 11:06 WIB

Siapa Saja Peserta Seleksi Calon Anggota BPK?

Siapa Saja Peserta Seleksi Calon Anggota BPK?

Bisnis | Kamis, 07 Agustus 2014 | 08:59 WIB

BPK: Utang Luar Negeri Naik Karena Rupiah Melemah

BPK: Utang Luar Negeri Naik Karena Rupiah Melemah

Bisnis | Jum'at, 20 Juni 2014 | 14:33 WIB

Ali Masykur Musa Langgar Aturan BPK

Ali Masykur Musa Langgar Aturan BPK

News | Minggu, 08 Juni 2014 | 00:50 WIB

Terkini

Arus Peti Kemas IPC TPK Tembus 2,83 Juta TEUs, Naik 8,2%

Arus Peti Kemas IPC TPK Tembus 2,83 Juta TEUs, Naik 8,2%

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:00 WIB

SMRC: Mayoritas Pemilih Gerindra Tidak Pilih Prabowo di Simulasi Pilpres, Justru Pilih Calon Lain

SMRC: Mayoritas Pemilih Gerindra Tidak Pilih Prabowo di Simulasi Pilpres, Justru Pilih Calon Lain

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Sinopsis Rising Justice, Drama Hukum China Gao Ye dan Elvis Han di iQiyi

Sinopsis Rising Justice, Drama Hukum China Gao Ye dan Elvis Han di iQiyi

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Deddy Sitorus Sebut Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Cuma Akal-akalan, Minta Pemerintah Batalkan Usulan

Deddy Sitorus Sebut Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Cuma Akal-akalan, Minta Pemerintah Batalkan Usulan

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Rahasia Jusuf Kalla Tetap Bugar di Usia 84 Tahun

Rahasia Jusuf Kalla Tetap Bugar di Usia 84 Tahun

Sulsel | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Rilis Terbaru SMRC soal Capres: Dedi Mulyadi Unggul 35,5 Persen, Elektabilitas Prabowo Terjun Bebas

Rilis Terbaru SMRC soal Capres: Dedi Mulyadi Unggul 35,5 Persen, Elektabilitas Prabowo Terjun Bebas

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Daftar 15 Provinsi yang Menggelar Pemutihan Pajak Kendaraan Oktober hingga Desember 2026

Daftar 15 Provinsi yang Menggelar Pemutihan Pajak Kendaraan Oktober hingga Desember 2026

Otomotif | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Konsol Gaming Genggam Tak Lagi Cuma Buat Main, Kini Jadi PC Kerja

Konsol Gaming Genggam Tak Lagi Cuma Buat Main, Kini Jadi PC Kerja

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Bahaya AI Companion: Ketika Teman Virtual Menggantikan Empati

Bahaya AI Companion: Ketika Teman Virtual Menggantikan Empati

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Pasokan Gas Jadi Kunci Produksi Pupuk PIM, ESDM Bahas Sumber Tambahan

Pasokan Gas Jadi Kunci Produksi Pupuk PIM, ESDM Bahas Sumber Tambahan

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:15 WIB

×