Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Pelaku Pariwisata Mulai Khawatir terhadap Kabut Asap

Doddy Rosadi

Selasa, 16 September 2014 | 13:05 WIB
Pelaku Pariwisata Mulai Khawatir terhadap Kabut Asap
Bandara yang ditutupi oleh kabut asap. (Antara/Wahdi Septiawan)

Suara.com - Asosiasi Biro Perjalanan (Asita) Provinsi Riau khawatir asap kebakaran yang makin pekat akan kembali mengganggu bisnis penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

"Rekan-rekan pengusaha travel mulai cemas karena khawatir penerbangan bisa terkena dampak buruk lagi. Apalagi sekarang sedang musim pemberangkatan haji," kata Ketua Asita Riau, Ibnu Masud di Pekanbaru, Selasa, (16/9/2014).

Ibnu mengatakan bencana asap pada awal tahun 2014 di Riau masih sangat membekas karena saat itu banyak maskapai penerbangan stop beroperasi untuk sementara waktu. Sebabnya, asap pekat menurunkan jarak pandang hingga status membahayakan bagi aktivitas penerbangan.

"Semoga saja asap ini tidak berlangsung lama sehingga tak mengganggu keberangkatan jemaah haji," katanya.

Saat bencana asap 2014, banyak pengusaha travel merugi karena banyak konsumen yang berangkat umroh mengalami penundaan terbang hingga beberapa hari. "Kami berharap pemerintah segera mengatasi masalah kebakaran dan asap ini. Iklim investasi jadi tidak sehat karena masalah asap terus terjadi berulang-ulang," keluhnya.

Asap pekat terus menyelimuti sebagian wilayah Riau, khususnya Kota Pekanbaru selama beberapa hari terakhir. Otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim II menyatakan pada pekan lalu ada enam penerbangan mengalami penundaan karena asap mengganggu jarak pandang.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di wilayah Sumatera, khususnya dari Provinsi Riau dan Sumatera Selatan, sudah terbawa angin hingga mencemari udara di Singapura dan sebagian Malaysia.

"Di Sumatera angin menuju ke utara dan timur laut sehingga asap dari Sumatera Selatan menyebar ke wilayah Riau. Bahkan asap dari Riau dan Sumsel menyebar ke Singapura sehingga menyebabkan Indeks Standar Pencemaran Udara di Singapura dan sebagian Malaysia naik menjadi sedang atau moderat," kata Sutopo Purwo Nugroho. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kabut Asap Semakin Pekat, Warga Sampit Gunakan Masker

Kabut Asap Semakin Pekat, Warga Sampit Gunakan Masker

News | Senin, 15 September 2014 | 07:42 WIB

Kabut Asap Kembali Kepung Kota Sampit

Kabut Asap Kembali Kepung Kota Sampit

News | Sabtu, 13 September 2014 | 19:46 WIB

Terkini

Kemnaker Raih 2 Penghargaan Government Social Media Summit 2026

Kemnaker Raih 2 Penghargaan Government Social Media Summit 2026

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:37 WIB

Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun

Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:19 WIB

Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang

Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:10 WIB

BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS

BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:02 WIB

Program 3 Juta Rumah, Kredit Perumahan Rp500 Miliar Dapat Penguatan Mitigasi Risiko

Program 3 Juta Rumah, Kredit Perumahan Rp500 Miliar Dapat Penguatan Mitigasi Risiko

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:54 WIB

Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?

Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:52 WIB

Jaga Daya Beli Rakyat, Pemerintah Kaji Insentif setelah Harga Pertamax Naik

Jaga Daya Beli Rakyat, Pemerintah Kaji Insentif setelah Harga Pertamax Naik

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:39 WIB

Resmi Meluncur, JAM Coin Bidik 21 Juta Investor Kripto dan Garap Ekonomi Desa

Resmi Meluncur, JAM Coin Bidik 21 Juta Investor Kripto dan Garap Ekonomi Desa

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:37 WIB

Harga Minyak Dunia Lesu Setelah Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Harga Minyak Dunia Lesu Setelah Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:28 WIB

Harga Pangan Hari : Cabai hingga Daging Ayam Turun Tajam, Bawang Merah dan Gula Premium Justru Naik

Harga Pangan Hari : Cabai hingga Daging Ayam Turun Tajam, Bawang Merah dan Gula Premium Justru Naik

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:13 WIB