Kabut Asap Semakin Pekat, Warga Sampit Gunakan Masker

Doddy Rosadi

Senin, 15 September 2014 | 07:42 WIB
Kabut Asap Semakin Pekat, Warga Sampit Gunakan Masker
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berupaya memadamkan kebakaran lahan yang terjadi tidak jauh dari pemukiman penduduk, di Kotawaringin Timur, Kalteng. (Antara/Untung Setiawan)

Suara.com - Kabut asap kebakaran lahan yang makin pekat membuat sebagian masyarakat Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali menggunakan masker.

"Mulai tadi malam bau asap sudah tercium cukup menyengat masuk ke dalam rumah, makanya saya sudah menyiapkan masker. Ternyata benar, pagi ini asap kembali tebal dan pekat. Kalau siang biasanya asapnya berkurang," kata Diana, warga Kecamatan Baamang Sampit, Senin, (15/9/2014).

Pantauan di lapangan, masyarakat yang beraktivitas pagi hari, khususnya para pelajar, sebagian besar terlihat mengenakan masker agar terhindar dari terhirup asap yang diduga bercampur debu kebakaran lahan.

Pengendara juga menyalakan lampu kendaraan mereka untuk menghindari tabrakan karena asap yang cukup pekat membuat jarak pandang terbatas sehingga rawan kecelakaan jika tidak hati-hati.

Asap lebih pekat terlihat di Jalan Jenderal Sudirman dan Tjilik Riwut karena selama ini kebakaran lahan banyak terjadi di lokasi-lokasi yang tidak jauh dari jalan yang termasuk dalam ruas jalan Trans Kalimantan Poros Selatan tersebut.

Tidak hanya di darat, asap juga mengganggu jarak pandang di Sungai Mentaya. Pengguna angkutan sungai cukup terganggu dengan jarak pandang yang terbatas sehingga mereka memilih mengurangi kecepatan untuk menghindari tabrakan.

“Biasanya kalau tidak ada asap, sejauh mata memandang, masih kelihatan. Pagi ini kalau saya perkirakan jarak pandang hanya sekitar 200 hingga 300 meter, apalagi subuh tadi asapnya sangat pekat,” kata Ihad, motoris kelotok dari Desa Terantang.

Asap yang kembali pekat ini akibat kebakaran lahan yang kembali marak terjadi di Sampit. Meski pemerintah daerah makin gencar melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran lahan, namun tampaknya masih banyak masyarakat yang mengabaikan imbauan tersebut.

Kapoles Kotim AKBP Himawan Bayu Aji sudah menegaskan, jika sudah diperingatkan namun ternyata masih tetap ada yang nekat membakar lahan, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas dan memprosesnya sesuai aturan hukum.

"Saat ini baru satu pembakar lahan yang ditangkap. Kami minta laporan masyarakat kalau melihat ada yang membakar lahan, kami akan tindak tegas, termasuk jika itu dilakukan oleh perusahaan," kata Himawan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kabut Asap Kembali Kepung Kota Sampit

Kabut Asap Kembali Kepung Kota Sampit

News | Sabtu, 13 September 2014 | 19:46 WIB

Warga Mulai Keluhkan Kabut Asap

Warga Mulai Keluhkan Kabut Asap

News | Sabtu, 06 September 2014 | 21:24 WIB

Kabut Asap Kian Pekat, Motoris Kelotok Tak Berani "Ngebut"

Kabut Asap Kian Pekat, Motoris Kelotok Tak Berani "Ngebut"

News | Sabtu, 06 September 2014 | 15:43 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×