Perlu Antisipasi Maksimal untuk Mengatasi Pelemahan Rupiah

Doddy Rosadi

Senin, 22 September 2014 | 12:12 WIB
Perlu Antisipasi Maksimal untuk Mengatasi Pelemahan Rupiah
Ilustrasi: Rupiah. (Foto: shutterstock)

Suara.com - Hampir semua mata uang di kawasan Asia melemah di sepanjang pekan lalu, termasuk rupiah. Staf khusus Presiden bidang pembangunan dan ekonomi, Firmanzah mengatakan, rupiah sempat menembus level Rp12.000 sebagai imbas dari keputusan Bank Sentral Amerika untuk mengurangi stimulus moneter atau quantitative easing.

“Pelemahan nilai tukar mata uang ini merupakan gejala global sebagai imbas keputusan Bank Sentral Amerika Serikat The Fed mengurangi likuiditas global melalui pengurangan sampai pada akhirnya tercapainya program penghentian stimulus moneter atau yang disebut sebagai Quantitative Easing (QE) III,” kata Firmanzah, seperti dilansir dari laman Setkab.go.id, Senin (22/9/2014).

Ia menjelaskan, .keputusan The Federal Open Market Committee (FOMC) terkait dengan tahapan pengakhiran QE-III dan pengakhiran suku bunga murah, dengan melakukan pemangkasan pembelian obligasi yang menyisakan 25 milyar dolar Amerika ini (bulan ini 10 miliar dollar Amerika, dan pada bulan Oktober sebesar 15 miliar dolar Amerika) ditambah dengan optimisme perkembangan ekonomi Amerika, telah mendorong sentimen penguatan mata uang dolar Amerika terhadap mata uang negara-negara lain termasuk  Rupiah.

Di sisi lain, lanjut Firmanzah, ekonomi-ekonomi besar seperti Eropa, Cina dan Jepang justru mengalami persoalan likuiditas yang mendorong kebijakan menempuh Quantititve Easing. Bank Sentral Eropa meluncurkan Targeted Long Term Refinancing Operations (TLTROs) dengan memberikan pinjaman murah kepada industri perbankan di kawasan Euro dengan nilai sebesar 400 miliar euro (518 miliar dolar Amerika).

Firmanzah mengingatkan pejabat terkait di Indonesia agar melakukan antisipasi yang maksimal terhadap rencana pengakhiran QE III di AS dan masih berkontraksinya ekonomi zona Euro, Cina dan Jepang.

“Ketidakpastian dan volatilitas pasar keuangan dunia masih akan terjadi baik dalam jangka pendek maupun jangka menengah. Dampak dari tekanan eksternal telah kita rasakan bersama saat ini dan dapat dipastikan gelombang ketidakpastian masih akan terus terjadi,” tutur Firmanzah.

Untuk memitigasi akan pengaruh ketidakpastian eksternal, menurut Firmanzah,  prinsip kehati-hatian dan kewaspadaan dalam pengelolaan sektor moneter, fiskal dan sektor riil perlu terus dijaga dan ditingkatkan.

Ia mengingatkan, menciptakan formula yang tepat dan keseimbangan dinamis (dynamic-equilibrium) sangat diperlukan antara nilai tukar rupiah, suku bunga, inflasi, cadangan devisa serta indikator sektor riil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

 Rupiah Diperkirakan Rp11.400 di Akhir 2014

Rupiah Diperkirakan Rp11.400 di Akhir 2014

Bisnis | Senin, 22 September 2014 | 05:17 WIB

Rupiah Melemah, Investor Tetap Borong Saham di Bursa Efek Indonesia

Rupiah Melemah, Investor Tetap Borong Saham di Bursa Efek Indonesia

Bisnis | Kamis, 18 September 2014 | 17:45 WIB

Terkini

Rahasia Gelap di Balik Penculikan Anak Politikus dalam Film Animals

Rahasia Gelap di Balik Penculikan Anak Politikus dalam Film Animals

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Bakom Bantah Tak Ada Pesta, Media Rusia Sebut Ada Perayaan Ultah Presiden Prabowo

Bakom Bantah Tak Ada Pesta, Media Rusia Sebut Ada Perayaan Ultah Presiden Prabowo

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Vladimir Putin Kirim Ucapan Selamat Ultah untuk Presiden Prabowo, Singgung Soal Komitmen

Vladimir Putin Kirim Ucapan Selamat Ultah untuk Presiden Prabowo, Singgung Soal Komitmen

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:57 WIB

4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027

4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Awas Fatal! Ini Bahaya Tersembunyi Tukar Posisi Ban Depan dan Belakang Motor

Awas Fatal! Ini Bahaya Tersembunyi Tukar Posisi Ban Depan dan Belakang Motor

Otomotif | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Ulasan The Early Spring: Akting Kece dan Puppy Eyes Gemas ala Jing Bo Ran

Ulasan The Early Spring: Akting Kece dan Puppy Eyes Gemas ala Jing Bo Ran

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Bahan Baku Industri Terancam Langka, Ekonom Wanti-wanti Panic Buying

Bahan Baku Industri Terancam Langka, Ekonom Wanti-wanti Panic Buying

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Ada Isu Nuklir di Balik Jamuan Presiden Prabowo kepada Wakil PM Rusia di Istana Bogor

Ada Isu Nuklir di Balik Jamuan Presiden Prabowo kepada Wakil PM Rusia di Istana Bogor

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Menyelami Makna Hidup dalam Hari Ini Aku Datang Kembali ke Toko Buku Kobayashi

Menyelami Makna Hidup dalam Hari Ini Aku Datang Kembali ke Toko Buku Kobayashi

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Bahlil Buka-bukaan Soal Pertalite: Konsumsi Melonjak, Stok Menipis!

Bahlil Buka-bukaan Soal Pertalite: Konsumsi Melonjak, Stok Menipis!

Video | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:30 WIB

×