- Komisi XI DPR RI mendorong penguatan peran investor domestik untuk memulihkan pasar modal dari dampak sentimen negatif global.
- BPJS Ketenagakerjaan, BPKH, dan Danantara diminta mengoptimalkan dana kelolaan institusi sebagai penopang likuiditas saat terjadi aksi jual asing.
- Komisi XI DPR RI berkomitmen melakukan relaksasi regulasi investasi agar lembaga domestik mampu meredam tekanan arus modal keluar.
Suara.com - Komisi XI DPR RI meningkatkam penguatan peran investor domestik dalam memulihkan pasar modal Indonesia. Lantaran, gejolak global membuat bursa mengalami sentimen negatif.
Adapun, BPJS Ketenagakerjaan, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), hingga Danantara Indonesia, diminta untuk meredam tekanan arus modal asing keluar (capital outflow) dari pasar modal Indonesia.
Dalam hal ini, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, usulan ini dikarenakan Indonesia memiliki dana kelolaan institusi yang besar.
Hal ini bisa dialihkam ke pasar modal untuk menjadi penopang likuiditas pasar ketika terjadi aksi jual oleh investor asing.
"Misalnya asing keluar 300 triliun, dengan dana yang dimiliki, investasi yang dimiliki oleh DIM (Danantara Investment Management), dengan yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan, kita konsolidasikan seberapa kuat, sih, mereka untuk bisa masuk ke sini me-replace itu semua. Kalau nggak bisa di-replace semuanya, di-replace sebagian yang bisa memberikan penguatan," bebernya.
Dia mengatakan, dengan memuluskan skenario tersebut, Komisi XI berkomitmen mendukung penguatan pasar dari sisi regulasi. Hal ini membuka ruang relaksasi aturan investasi bagi lembaga domestik demi mempertebal bantalan likuiditas dalam negeri.
![Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun di Gedung Bank Indonesia, Jakarra, Rabu (15/7/2026). [Suara.com/Rina A]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/16/27381-ketua-komisi-xi-dpr-ri-mukhamad-misbakhun.jpg)
"Instrumen investasi yang tersedia saat ini salah satunya adalah pasar modal. Kalau kita ingin memanfaatkan kekuatan dana domestik seperti BPJS Ketenagakerjaan dan Danantara, tentu semuanya harus diorkestrasi dengan baik," jelasnya.
Untuk itu, dengan kehadiran BPJS bisa membantu pasar modal Indonesia. Tentunya peredaman dana asing yang keluar bisa dicegah.
" Karena pasar modal kan memuntungkan. Tentunya dalam rangka untuk apa? Tentunya untuk memberikan manfaat. Kalau untung, kan memberikan manfaat kepada para pekerja," jelasnya.