Efek AS Blokir Selat Hormuz Sudah Terasa, Tanker Minyak Menuju Iran Lumpuh

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:25 WIB
Efek AS Blokir Selat Hormuz Sudah Terasa, Tanker Minyak Menuju Iran Lumpuh
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
baca 10 detik
  • Militer AS melumpuhkan tanker M/T Belma yang mencoba menerobos blokade menuju Iran.

  • Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz anjlok drastis setelah negosiasi diplomatik kedua negara gagal.

  • Gangguan pemalsuan sinyal GPS memperparah risiko navigasi bagi kapal komersial di wilayah tersebut.

Suara.com - Militer Amerika Serikat melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak kosong yang sedang berlayar menuju Pulau Kharg, Iran. Langkah tegas ini menandai aksi perdana pasukan maritim AS sejak pemberlakuan kembali blokade pelabuhan Iran.

Kapal komersial berbendera Curacao bernama M/T Belma tersebut menjadi sasaran setelah mengabaikan serangkaian peringatan. Blokade ketat ini kembali aktif setelah jalur diplomasi tidak langsung antara kedua negara menemui jalan buntu.

Pasukan Komando Sentral AS langsung mengambil tindakan taktis di perairan internasional demi menegakkan aturan tersebut. Serangan ini mengirimkan sinyal kuat mengenai keseriusan Washington dalam memotong urat nadi ekonomi Teheran.

Pesawat tempur di dekat Selat Hormuz (FlightRadar24)
Pesawat tempur di dekat Selat Hormuz (FlightRadar24)

“Pasukan Komando Sentral AS (CENTCOM) mengamati M/T Belma berbendera Curacao melintasi perairan internasional menuju Pulau Kharg. Kapal komersial tersebut mengabaikan beberapa peringatan saat mencoba melanggar blokade AS. Sebuah pesawat AS melumpuhkan kapal tersebut setelah menembakkan rudal Hellfire ke cerobong asap kapal. Kapal tersebut tidak lagi transit ke Iran,” kata CENTCOM dalam sebuah unggahan di X.

Ketegangan di Selat Hormuz kini mencapai titik didih baru seiring meningkatnya kehadiran militer di wilayah tersebut. Operasi pengawasan laut diperketat guna memastikan tidak ada armada logistik yang lolos ke wilayah musuh.

Pihak Komando Sentral AS menambahkan bahwa selama 24 jam pertama blokade maritim berjalan, mereka telah mengalihkan “dua kapal komersial yang patuh dan melumpuhkan satu kapal yang tidak patuh.”

Skala operasi kali ini diperkirakan dapat menyamai atau bahkan melebihi ketatnya penegakan hukum pada masa lalu. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa ratusan armada pengangkut terpaksa mengubah rute demi menghindari konfrontasi bersenjata.

Pada blokade sebelumnya yang dicabut setelah memorandum kesepahaman pertengahan Juni, CENTCOM mengklaim telah mengalihkan 142 kapal. Mereka juga tercatat melumpuhkan sembilan kapal yang tidak patuh selama periode dua bulan.

Data lalu lintas laut terkini memperlihatkan penurunan drastis jumlah kapal yang berani melintasi kawasan konflik. Para pelaku industri pelayaran global kini cenderung menahan armada mereka akibat risiko keamanan yang terlampau tinggi.

baca juga

Setidaknya 13 kapal komersial terpantau melewati Selat Hormuz dalam kurun waktu 24 jam terakhir di tengah situasi memanas ini. Angka tersebut sangat kontras dibandingkan dengan volume pelayaran normal sebelum eskalasi militer pecah.

Berdasarkan data MarineTraffic, delapan kapal bergerak memasuki Teluk Persia yang terdiri dari enam kapal kargo dan dua tanker. Sementara itu, lima kapal yang terdiri dari tiga tanker dan dua kapal kargo terpantau meninggalkan kawasan tersebut.

Jumlah pergerakan ini konsisten dengan rendahnya level transit yang tercatat dalam beberapa hari belakangan. Penurunan aktivitas kapal terjadi setelah negosiasi tidak langsung antara pihak Amerika Serikat dan Iran dinyatakan gagal total.

Kondisi normal sebelum konflik biasanya mencatat rata-rata sekitar 110 kapal yang mengarungi selat strategis tersebut setiap harinya. Penurunan drastis ini mengganggu rantai pasok energi global dan memicu kekhawatiran pelaku pasar dunia.

Masalah keselamatan pelayaran di kawasan ini kian diperparah oleh maraknya gangguan sinyal elektronik pada sistem kapal. Fenomena manipulasi lokasi tersebut membuat otoritas keamanan kesulitan memantau pergerakan armada laut secara akurat.

Pemalsuan sinyal GPS tetap menjadi kekhawatiran utama di wilayah tersebut sebagai bentuk gangguan navigasi yang memalsukan posisi siaran kapal. Gangguan ini telah berlangsung selama berbulan-bulan dan terkadang menggeser koordinat hingga puluhan mil dari lokasi asli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Anak Penderita Kanker di Iran Terlantar Akibat Ledakan Rudal AS

Ratusan Anak Penderita Kanker di Iran Terlantar Akibat Ledakan Rudal AS

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:50 WIB

Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran

Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:37 WIB

Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran

Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:24 WIB

Terkini

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×