JK: Kenaikan Harga BBM Bukan untuk Sengsarakan Rakyat

Doddy Rosadi

Selasa, 23 September 2014 | 18:14 WIB
JK: Kenaikan Harga BBM Bukan untuk Sengsarakan Rakyat
Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla di Jakarta. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla mengatakan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi bukan untuk mensengsarakan rakyat, namun mengalihkan belanja subsidi ke sektor-sektor produktif yang dapat memberdayakan masyarakat untuk lepas dari kemiskinan.

"Memindahkan subsidi BBM bukan berarti menyulitkan rakyat, menyengsarakan rakyat, tapi membahagiakan rakyat, mengurangi kemiskinan, subsidi itu dialihkan ke ruang yang tepat," kata Jusuf Kalla di seminar "Big Ideas: Bersama Mengatasi Kemiskinan dan Ketimpangan" yang diselenggarakan Bank Dunia di Jakarta, Selasa, (23/9/2014).

Ketika ditanya apakah dia dan Presiden terpilih Joko Widodo sudah memutuskan akan menaikkan harga BBM untuk mengurangi belanja subsidi energi, Jusuf Kalla tidak menjawab secara tegas. Dia hanya mengatakan "Pokoknya kita akan memindahkan subsidi konsumtif ke sektor produktif." Mengenai waktu kebijakan pengalihan subsidi itu, Kalla kembali enggan menjelaskan secara rinci. "Nantilah itu," ujarnya singkat.

Untuk membantu masyarakat miskin, Kalla menekankan pemerintah akan memberikan fasilitas yang memberdayakan masyarakat sesuai dengan bidang dan potensi yang ada.

Kalla menjelaskan, untuk meningkatkan kesejahteraan petani, pemerintah harus fokus membantu meningkatkan produksi petani dan menyediakan landasan pengetahuan produksi dengan mengakomodir hasil riset ilmiah kepada petani.

Dia mengatakan selama ini pemerintah sebenarnya memiliki anggaran untuk belanja di sektor produktif seperti infrastruktur, perikanan dan pertanian.

Dengan mengalokasikan anggaran di sektor-sektor produktif tersebut, menurut Kalla, pemerintah seharusnya dapat membantu rakyat miskin untuk memberdayakan diri sendiri untuk terlepas dari kemiskinan.

Namun, ujar dia, alokasi anggaran belanja selama ini banyak yang keliru, karena lebih banyak ditempatkan ke belanja subsidi BBM. Hal itu diperburuk dengan distribusi BBM subsidi yang tidak tepat sasaran.

"Uangnya ada, tapi salah taruh. Malah dikasih untuk subsidi BBM," ujarnya.

Kalla meminta agar semua pihak memahami jika terjadi kenaikkan harga BBM subsidi pada pemerintahan mendatang, karena dia berjanji pengalihan itu menyasar sektor-sektor produktif. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setiap Tahun, Kuota BBM Bersubsidi Selalu Jebol

Setiap Tahun, Kuota BBM Bersubsidi Selalu Jebol

Bisnis | Selasa, 23 September 2014 | 14:15 WIB

Pemerintah Harus Punya Data Valid tentang Kondisi Nelayan

Pemerintah Harus Punya Data Valid tentang Kondisi Nelayan

Bisnis | Senin, 22 September 2014 | 15:58 WIB

Pemerintah Harus Segera Tambah Kuota BBM Bersubsidi

Pemerintah Harus Segera Tambah Kuota BBM Bersubsidi

Bisnis | Jum'at, 19 September 2014 | 10:10 WIB

Produsen Otomotif Harus Diwajibkan Produksi Kendaraan non-BBM

Produsen Otomotif Harus Diwajibkan Produksi Kendaraan non-BBM

Bisnis | Kamis, 18 September 2014 | 14:00 WIB

Terkini

Architecture 101: Rumah Bisa Dibangun Kembali, tetapi Kenangan Tidak

Architecture 101: Rumah Bisa Dibangun Kembali, tetapi Kenangan Tidak

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Teknologi PHEV Makin Diminati Penjualan JETOUR Tumbuh 17 Persen

Teknologi PHEV Makin Diminati Penjualan JETOUR Tumbuh 17 Persen

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Bisakah Air Mawar Menghilangkan Flek Hitam?

Bisakah Air Mawar Menghilangkan Flek Hitam?

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:25 WIB

BNI Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Padang

BNI Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Padang

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Persija Sapu Bersih Empat Laga, Fabio Calonego: Kami Berada di Jalur Tepat

Persija Sapu Bersih Empat Laga, Fabio Calonego: Kami Berada di Jalur Tepat

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:23 WIB

Apakah Sisa Krim Retinol Wajib Dibersihkan pada Pagi Hari? Ini Penjelasan Dokter

Apakah Sisa Krim Retinol Wajib Dibersihkan pada Pagi Hari? Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Matchbox The Movie: Nostalgia Mainan Beradu dengan Ambisi Film Mata-Mata

Matchbox The Movie: Nostalgia Mainan Beradu dengan Ambisi Film Mata-Mata

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Radja Nainggolan Akui Salah Pilih Timnas, Singgung Karier Ivar Jenner: Di Belanda Dia Cuma...

Radja Nainggolan Akui Salah Pilih Timnas, Singgung Karier Ivar Jenner: Di Belanda Dia Cuma...

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Singgung Rolex, Radja Nainggolan Menyesal Tak Bela Timnas Indonesia

Singgung Rolex, Radja Nainggolan Menyesal Tak Bela Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Profit Turun, Penjualan Surut: Petinggi Honda Angkat Suara Terkait Kerugian Jumbo

Profit Turun, Penjualan Surut: Petinggi Honda Angkat Suara Terkait Kerugian Jumbo

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:15 WIB

×