Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

Skenario Bandung, Proyeksi Energi Indonesia Hingga 2030

Doddy Rosadi | Suara.com

Selasa, 14 Oktober 2014 | 11:21 WIB
Skenario Bandung, Proyeksi Energi Indonesia Hingga 2030
Ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto (kedua kanan). (Antara/Reno Esnir)

Suara.com - Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) bersama 28 tokoh yang terdiri dari ahli energi, dan pelaku bisnis energi telah menyusun Skenario Bandung. Skenario ini merupakan proyeksi energi Indonesia hingga 2030.

Tokoh dan pelaku bisnis energi yang terlibat dalam penyusunan Skenario Bandung antara lain pengamat eknomi Faisal Basri, Mantan Dirjen EBETK Kardaya Warnika, Dirjen EBTKE Rida Mulyana, Tri Mumpuni, Darmawan Prasojo, Afdal Bahaudin (Pertamina), Nur Pamudji (PLN) dan Wahid Sutopo (PGN).

"Skenario Bandung ini merupakan sketsa atau gambaran kondisi energi kita khususnya 2030, ini bukan ramalan dan cita-cita, tetapi ini gambaran yang akan terjadi pada 2030, di sinilah skenario planning disusun dan apa yang harus dilakukan, tantangan apa yang akan dihadapi," kata Kuntoro Mangkusubroto selaku Kepala UKP4 di acara Peluncuran Skenario Bandung di Kantor PLN Pusat, Jakarta Selatan, Selasa (14/10/2014).

Kuntoro mengungkapkan, Skenario Bandung ini disusun oleh 28 pakar, tokoh, pelaku bisnis dan pemerintah serta DPR yang dipilih secara ketat dan dikumpulkan di daerah Bandung, Jawa Barat.

Menurut dia, Skenario seperti ini dikembangkan oleh Shell pada 1972 yang tujuannya untuk bisnis, namun kemudian berkembang dan digunakan oleh Afrika Selatan untuk melawan politik warna kulit. Skenario Bandung akan dirancang untuk membantu mengembangkan dan menguji kebijakan energi masa depan.

"Pada Skenario Bandung sendiri, dirancang untuk membantu mengembangkan dan menguji kebijakan sektor energi masa depan, ada 4 macam skenario yakni Skenario Ombak, Badai, Batu Karang, dan Awak Kapal, di mana masing- masing skenario berisikan apa yang akan terjadi dan bagaimana antisipasinya dan apa dampaknya jika tidak dilakukan antisipasi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lifting Minyak Ditetapkan 900 Ribu Barel per Hari

Lifting Minyak Ditetapkan 900 Ribu Barel per Hari

Bisnis | Senin, 15 September 2014 | 15:32 WIB

Jokowi Harus Waspada Agen Mafia Migas Disusupkan ke Kabinet

Jokowi Harus Waspada Agen Mafia Migas Disusupkan ke Kabinet

Bisnis | Minggu, 14 September 2014 | 16:08 WIB

Presiden SBY akan Resmikan Proyek Energi Senilai Rp13,6 Triliun

Presiden SBY akan Resmikan Proyek Energi Senilai Rp13,6 Triliun

Bisnis | Minggu, 14 September 2014 | 15:47 WIB

Terkini

BTN Genjot Pariwisata Nasional Lewat Keuangan Digital

BTN Genjot Pariwisata Nasional Lewat Keuangan Digital

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:21 WIB

Harga Emas Global Menguat, Kemendag Naikkan HPE dan HR Emas pada Awal Mei 2026

Harga Emas Global Menguat, Kemendag Naikkan HPE dan HR Emas pada Awal Mei 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:12 WIB

Mandiri Inhealth Raup Laba Rp82,8 Miliar di Kuartal I 2026, Apa Pendorongnya?

Mandiri Inhealth Raup Laba Rp82,8 Miliar di Kuartal I 2026, Apa Pendorongnya?

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:52 WIB

Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz

Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:43 WIB

Aguan Lapor: Penjualan PIK2 Meroket 112%, Tembus Rp 987 M

Aguan Lapor: Penjualan PIK2 Meroket 112%, Tembus Rp 987 M

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:09 WIB

KEK Sanur Gandeng Unud Jadi Pusat Riset Kesehatan Berkelas Dunia

KEK Sanur Gandeng Unud Jadi Pusat Riset Kesehatan Berkelas Dunia

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:04 WIB

Fundamental Kuat Jadi Alasan Saham BBRI Masih Jadi Rekomendasi

Fundamental Kuat Jadi Alasan Saham BBRI Masih Jadi Rekomendasi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:04 WIB

SIG Kantongi Laba Rp 80 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 88 Persen

SIG Kantongi Laba Rp 80 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 88 Persen

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:56 WIB

Implementasi Green Shipping Pertamina Patra Niaga Klaim Sukses Pangkas 13.000 Ton CO2

Implementasi Green Shipping Pertamina Patra Niaga Klaim Sukses Pangkas 13.000 Ton CO2

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:36 WIB

Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik 6,06 Persen, Bea Keluar Tembus 178 Dolar AS per MT

Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik 6,06 Persen, Bea Keluar Tembus 178 Dolar AS per MT

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:13 WIB