Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

UMP di DKI Jakarta Seharusnya Rp3,4 Juta

Doddy Rosadi | admin | Suara.com

Selasa, 21 Oktober 2014 | 19:07 WIB
UMP di DKI Jakarta Seharusnya Rp3,4 Juta
Ilustrasi: Buruh. (Antara)

Suara.com - Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional (SPN) Iwan Kusmawan mengatakan besaran kebutuhan hidup layak (KHL) DKI Jakarta adalah Rp3.051.770 dengan perhitungan menggunakan harga riil di pasar.

"Sehingga bila proyeksi KHL tahun berjalan juga memperhitungkan angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi, maka UMP DKI Jakarta seharusnya Rp3,4 juta," kata Iwan Kusmawan melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, (21/10/2014).

Iwan menilai terdapat banyak kejanggalan terhadap nilai survei KHL yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurut survei Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, nilai KHL 2015 sebesar Rp2,331 juta per bulan.

Sementara Sekretaris Jenderal Forum Buruh DKI M Toha menyebutkan kejanggalan terjadi dalam penetapan beberapa item KHL seperti nilai kebutuhan air minum dan air bersih yang hanya sekitar Rp9 ribu per bulan.

"Itu artinya hanya setara dengan tiga botol air mineral. Padahal kebutuhan air minum sebulan sekitar tiga galon air mineral atau Rp39 ribu dan air bersih sekitar Rp50 ribu sehingga total biaya air Rp89 ribu per bulan," tuturnya.

Kejanggalan lain terjadi pada kebutuhan rekreasi yang ditetapkan hanya sebesar Rp1.916 yang disebut Toha bahkan tidak cukup untuk ongkos metro mini.

"Padahal kalau kita ambil nilai nonton film di bioskop saja, sebulan sekali sudah Rp55 ribu," ujarnya.

Karena itu, 13 federasi serikat pekerja nasional menuntut Pemprov DKI Jakarta merevisi nilai KHL 2015 sebesar Rp2,331 juta perbulan karena akan menghasilkan nilai upah yang jumlahnya lebih kecil daripada UMP 2014.

Mereka menilai penetapan KHL tersebut mencurigakan dan menuding ada "pesanan dari para pengusaha hitam" agar UMP DKI 2015 menjadi lebih kecil.

"Bila itu terjadi, maka Pemprov DKI akan kembali menjalankan kebijakan upah murah," ujar Toha. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Kemandirian Masyarakat 3T

Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Kemandirian Masyarakat 3T

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 19:46 WIB

IESR Bongkar Dampak dari Kebijakan Bebas Pajak Kendaraan Listrik Dihapus

IESR Bongkar Dampak dari Kebijakan Bebas Pajak Kendaraan Listrik Dihapus

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:46 WIB

Dihantam Tarif AS, ESDM Justru Percepat Ambisi Energi Surya 100 GW

Dihantam Tarif AS, ESDM Justru Percepat Ambisi Energi Surya 100 GW

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:40 WIB

Viral Narasi Dana Nasabah Himbara Dipakai untuk Program MBG, OJK dan LPS: Hoaks!

Viral Narasi Dana Nasabah Himbara Dipakai untuk Program MBG, OJK dan LPS: Hoaks!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:39 WIB

Menaker Akan Wajibkan Perusahaan Ikut Gaji Peserta Program Magang Nasional

Menaker Akan Wajibkan Perusahaan Ikut Gaji Peserta Program Magang Nasional

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:31 WIB

Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional

Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:13 WIB

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:09 WIB

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:07 WIB

Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Pendapatan Rp395 Miliar

Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Pendapatan Rp395 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:56 WIB

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Q1-2026

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Q1-2026

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:51 WIB