Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

PTPN VII Siap Tawarkan Saham ke Publik

Liberty Jemadu | Suara.com

Rabu, 05 November 2014 | 00:26 WIB
PTPN VII Siap Tawarkan Saham ke Publik
Bursa Efek Indonesia (Suara.com/Kurniawan Mas'ud).

Suara.com - PT Perkebunan Nusantara VII menyatakan siap masuk bursa saham dengan melaksanakan penawaran umum saham perdana setidaknya pada Juni 2015 nanti.

Direktur Keuangan PTPN VII, Agoes Riyanto, didampingi Sekretaris Perusahaan yang juga Sekretaris Tim IPO PTPN VII, Sony Soediastanto di Bandarlampung, Selasa (4/11/2014), menegaskan kepastian BUMN perkebunan ini masuk bursa saham menyusul holding BUMN perkebunan yang telah resmi diluncurkan pada 2 Oktober 2014 lalu.

Menurut Agoes Kementerian BUMN dan induk holding (PTPN III) memberikan prioritas kepada PTPN VII untuk melaksanakan IPO pada tahun 2015, setelah sempat tertunda beberapa tahun.

"Kami sudah sangat siap, karena sebenarnya persiapannya sudah kami lakukan sejak beberapa tahun lalu," kata Agoes.

Dia menjelaskan, setelah holding BUMN perkebunan terbentuk, status PTPN VII menjadi anak perusahaan, sehingga persetujuan untuk IPO cukup mendapatkan izin dari induk holding yaitu PTPN III. Sebelumnya, rencana IPO tersebut harus mendapatkan persetujuan pemerintah pusat melalui kementerian terkait dan DPR.

PTPN VII menyiapkan penawaran saham perdana pada triwulan kedua tahun 2015 atau sekitar Juni 2015 mendatang.

Sekretaris Perusahaan yang juga Sekretaris Tim IPO PTPN VII, Sony Soediastanto menjelaskan, dalam menghadapi IPO itu, sejumlah persiapan telah dilakukan, seperti rencana melepas 30 persen saham ke publik dengan prakiraan perolehan dana segar ditargetkan mencapai sebesar Rp2,5 triliun.

"Dana tersebut akan digunakan perusahaan untuk melanjutkan pengembangan investasi dan memperbaiki struktur permodalan," ujar dia lagi.

Pengembangan investasi yang direncanakan PTPN VII, antara lain untuk minyak sawit mentah, pengembangan karet, gula pasir, dan teh.

PTPN VII telah menyiapkan pula penunjukan penjamin emisi serta lembaga profesi penunjang lainnya.

Agoes Riyanto menambahkan, pada tahun 2015 setelah masuk bursa saham, diharapkan kinerja PTPN VII akan melejit.

"Kami optimistis berhasil," ujarnya pula.

Ia menyebutkan, upaya yang dilakukan PTPN VII untuk meningkatkan kepercayaan pasar, seperti menetapkan sejumlah kebijakan strategis, yaitu optimalisasi sumberdaya modal, sumberdaya keuangan, sumberdaya manusia, sistem, serta optimalisasi kemitraan dan lingkungan.

Salah satu langkah penting yang dilakukan PTPN VII adalah penerapan prinsip-prinsip good corporate governance (GCG), antara lain meningkatkan mutu dalam penerapan prinsip keterbukaan informasi publik.

"Kami siap menjelaskan secara terbuka kepada publik maupun pemegang saham atas berbagai hal dan informasi yang diperlukan serta diminta masyarakat maupun pemegang saham," ujar Agoes lagi.

PTPN VII mengelola perkebunan karet, kelapa sawit, pabrik gula pasir, dan teh di Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, dan Bengkulu. Luas kebun karet mencapai 35.000 hektar (ha), kebun sawit seluas 60.000 ha, kebun tebu seluas 25.000 ha, dan kebun teh seluas sekitar 1.500 ha.

PTPN VII memiliki pula pabrik pengolahan karet sebanyak 10 unit, pabrik pengolahan kelapa sawit sebanyak tujuh unit, pabrik gula dua unit, dan satu unit pabrik teh. Total nilai aset PTPN VII saat ini mencapai sekitar Rp4 triliun dan pada 2015 ditargetkan bisa mencapai lebih dari Rp9 triliun. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB