Array

BBG Lebih Murah, Kenapa Masih Pakai BBM?

Jum'at, 19 Desember 2014 | 13:36 WIB
BBG Lebih Murah, Kenapa Masih Pakai BBM?
Sebuah SPBG di kawasan Ragunan urung beroperasi. (Suara.com/Adrian Mahakam)

Suara.com - Program yang dicanangkan pemerintah terkait konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) bertahun-tahun tak jalan. Padahal harga BBG lebih murah, tetapi mengapa Indonesia masih bergantung kepada BBM yang diimpor?

Ketua Asosiasi Perusahaan CNG Indonesia (APCNGI), Robbi S. Sukardi mengatakan, hingga saat ini, harga keekonomian BBG jenis CNG adalah Rp 5.500/lsp (liter setara premium).

"Ini tanpa fasilitas subsidi ya. Jadi lebih murah dari bensin premium yang sudah disubsidi," jelas Robbi usai bertemu Menko Perekonomian Sofyan Djalil di kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (19/12/2014).

Robbi mengungkapkan, harga BBG tersebut tanpa biaya penyaluran lewat infrastruktur pipa atau biaya pembangunan SPBG. Jadi pemerintah harus memberikan insentif agar BBG bisa berkembang di Indonesia.

Lanjut Robbi, harga jual BBG ke konsumen bisa dipertahankan murah meskipun infrastruktur BBG di Indonesia belum cukup memadai.

Kepada Sofyan Djalil, Robbi juga menyampaikan, pemerintah perlu melakukan sosialisasi yang kuat kepada masyarakat soal kelebihan penggunaan BBG dengan meyakinkan masyarakat bahwa BBG murah.

Selain itu, lanjut Robbi, harus ada insentif lainnya yang sebenarnya mudah diberikan. Contohnya, insentif pajak kendaraan yang murah, bea masuk kendaraan BBG yang lebih murah karena dianggap kendaraan ramah lingkungan (green car).

"Green car itu definisinya adalah pakai CNG. Jadi harusnya lebih murah, jadi itu insentif yang kita maksud. Jadi kalau dibandingkan premium tetap harusnya lebih untung," katanya.

Pertemuan pengusaha BBG dengan Menko Perekonomian bertujuan untuk merangsang masyarakat menggunakan BBG. Apalagi saat ini Indonesia lebih kaya akan gas dibandingkan minyak.
Dia menambahkan, harga BBG ini masih menggunakan acuan dolar AS, walaupun gas tersebut diproduksi oleh Indonesia. Sehingga gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pasti mempengaruhi harga BBG di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI