Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Jokowi: BBM Subsidi Turun, Ekonomi Akan Lebih Baik

Doddy Rosadi, Tengku Sufiyanto

Jum'at, 02 Januari 2015 | 11:14 WIB
Jokowi: BBM Subsidi Turun, Ekonomi Akan Lebih Baik
Presiden Joko Widodo (baju putih). (Setkab.go.id)

Suara.com - Di hadapan para pelaku pasar modal saat membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/1/2015) pagi, Presiden Joko Widodo memberikan penjelasan terkait keputusan pemerintah yang menurunan harga BBM bersubsidi per 1 Januari 2015.

"Meski kanan-kiri banyak sampaikan jangan cepat-cepat pengalihan subsidi karena perhitungan politik dan keamanan. Tapi saat itu secara kalkulasi harus dilakukan. Tidak ada alternatif yang bisa diberikan kepada saya," ungkap Jokowi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2015).

Pemerintah menurunkan harga premium dari Rp8.500 per liter menjadi Rp7.600 per liter sedangkan harga solar turun menjadi Rp7.250 per liter.

Menurut Jokowi kebijakan ini mesti ditempuh meski dirinya belum lama menjabat sebagai presiden. Kata dia, dengan 2 kebijakan baru terkait subsidi BBM, pemerintah akan punya ruang fiskal lebih dari Rp 200 triliun. Dana ini bisa dimanfaatkan untuk belanja-belanja yang lebih produktif.

"Ada ruang fiskal Rp 240 triliun yang bisa dipakai secepatnya bangun infrastruktur. Baik terkait waduk, irigasi, jalan tol luar Jawa, jalur kereta luar Jawa, pelabuhan, airport. Uang bisa langsung ke sana," kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, saat ini, harga BBM Premium sudah mengikuti mekanisme pasar. Sementara Solar masih diberikan subsidi tetap Rp 1.000/liter dan sisanya mengikuti harga keekonomian. Sehingga melalui kebijakan ini menyebabkan harga Premium dan Solar bisa naik turun.

Jokowi menilai kebijakan ini akan memudahkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Oleh karena itu, dia optimistis APBN bisa lebih berfungsi sebagai instrumen pendorong ekonomi.

"Kemarin BBM kita sudah turun karena harga minyak turun sehingga harga Premium ikuti harga pasar. Ini lebih menggampangkan dalam hitung APBN. Ini juga menambah optimisme ekonomi akan lebih baik," jelas Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dibuka Jokowi, Indeks Saham Dekati Rekor Tertinggi

Dibuka Jokowi, Indeks Saham Dekati Rekor Tertinggi

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2015 | 10:44 WIB

Jokowi: Overeksploitasi Membuat Kekayaan Indonesia Habis

Jokowi: Overeksploitasi Membuat Kekayaan Indonesia Habis

Bisnis | Senin, 29 Desember 2014 | 10:37 WIB

Jokowi: Pemimpin dan Rakyat Harus Saling Percaya

Jokowi: Pemimpin dan Rakyat Harus Saling Percaya

News | Sabtu, 27 Desember 2014 | 22:00 WIB

Terkini

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:41 WIB

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:27 WIB

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:22 WIB

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:20 WIB

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:14 WIB

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:02 WIB

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

×