Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

Upaya Sumut Tekan Inflasi 2014 Tertahan Kenaikan BBM

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Senin, 05 Januari 2015 | 03:05 WIB
Upaya Sumut Tekan Inflasi 2014 Tertahan Kenaikan BBM
Puluhan supir angkutan umum dalam kota melakukan aksi mogok beroperasi di Pekanbaru, Riau, Rabu (19/11/2014) lalu. (Antara)

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) dilaporkan berhasil menekan angka inflasi 2014 dibanding 2013, meski belum maksimal atau tinggal 8,17 persen.

"Tahun 2013, inflasi di Sumut sebesar 10,18 persen. Sedangkan tahun 2014 sebesar 8,17 persen," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Wien Kusdiatmono, di Medan, Minggu (4/1/2015).

Dikatakan Wien, meski sudah turun dibanding 2013, tetapi besaran inflasi 2014 itu masih jauh di atas target Pemprov Sumut yang sebesar 4,5 persen plus minus satu persen. Menurutnya, salah satu penyebab masih belum berhasilnya upaya menekan inflasi itu antara lain adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kenaikan BBM yang mencapai 14,17 persen pada November 2014, disebut mendongkrak inflasi pada Desember hingga 2,51 persen, dari sebelumnya masih 1,80 persen. Selain kenaikan BBM secara langsung, penyumbang inflasi tertinggi kedua adalah kenaikan harga tarif angkutan kota, yang notabene juga merupakan dampak kenaikan BBM.

Wien menjelaskan, di Medan saja misalnya, tarif angkutan dalam kota menurutnya menyumbang inflasi hingga sebesar 0,7 persen. Sementara setelah BBM dan tarif angkutan kota, kenaikan harga cabai merah, tarif listrik, serta beras, juga tercatat sebagai penyumbang inflasi.

Sehubungan dengan itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan IX (Sumut-Aceh), Difi A Johansyah, juga berharap dan bertekad bisa menekan angka inflasi di Sumut pada 2015 ini di angka 4 plus minus satu persen. Dengan inflasi sebesar itu menurutnya, diharapkan Sumut bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi daerah pada 2015 menjadi sekitar 5,8 persen.

Menurutnya lagi, besaran inflasi sendiri sangat mempengaruhi pergerakan pertumbuhan ekonomi, sehingga memang harus dikendalikan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inflasi Desember Meningkat, Ini Komentar Gubernur BI

Inflasi Desember Meningkat, Ini Komentar Gubernur BI

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2015 | 16:10 WIB

BBM Naik, Inflasi 2014 Lebih Rendah Dibandingkan Inflasi 2013

BBM Naik, Inflasi 2014 Lebih Rendah Dibandingkan Inflasi 2013

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2015 | 10:53 WIB

Kenaikan Harga BBM Bisa Dinilai Benar, Cuma Salah 'Timing'

Kenaikan Harga BBM Bisa Dinilai Benar, Cuma Salah 'Timing'

Bisnis | Sabtu, 20 Desember 2014 | 15:50 WIB

Menko Perekonomian Yakin Inflasi Pulih Januari

Menko Perekonomian Yakin Inflasi Pulih Januari

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2014 | 06:14 WIB

Terkini

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:10 WIB

14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran

14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:02 WIB

Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah

Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:38 WIB

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:51 WIB

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:03 WIB

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:56 WIB

Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah

Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:24 WIB

Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen

Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:09 WIB

Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi

Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:57 WIB