Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Gas Indonesia Lebih Mahal dari Singapura

Siswanto | Tengku Sufiyanto | Suara.com

Rabu, 07 Januari 2015 | 14:40 WIB
Harga Gas Indonesia Lebih Mahal dari Singapura
Pipa gas (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Singapura yang tidak mempunyai sumur minyak dan gas dinilai tetap bisa menyediakan pasokan gas bumi bagi industri dalam negerinya, bahkan harganya yang sangat murah bila dibandingkan dengan Indonesia.

Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi Achmad Safiun mengungkapkan industri di Singapura rata-rata membeli gas bumi dengan harga sekitar 4,08 dolar Singapura per mmbtu atau sekitar 3,06-3,87 dolar AS per mmbtu, sementara Indonesia memiliki harga beli yang lebih mahal.

"Bandingkan dengan industri di Indonesia seperti di Jawa Barat dari PGN 7,90 dolar AS per mmbtu ditambah biaya administrasi Rp770/m3, paling murah di JawaTimur yang saat ini kelebihan gas 6,43 dolar AS per mmbtu ditambah biaya administrasi Rp770/m3," kata Achmad ketika diskusi Outlook Sektor Gas 2015, di Century Park Hotel, Senayan, Jakarta, Rabu (7/1/2015).

Achmad mengatakan di Indonesia gas yang didistribusikan melalui pipa gas yang dekat dengan sumur gas, lebih banyak berasal dari FSRU atau LNG (gas alam cair), atau masih sedikit yang langsung dari sumur gas, dengan harga gas bumi di dalam negeri ke industri 7,90 dolar AS per mmbtu.

"Jadi dari sumur gas, gasnya dicairkan menjadi LNG kemudian diangkut menggunakan kapal lalu disalurkan ke kapal FSRU untuk diregasifikasi cari gas cair dijadikan gas kembali, kemudian disalurkan melalui gas bumi, rentetan panjang ini membuat harga gas ke industri mencapai 17-18 dolar AS per mmbtu," katanya.

Dia menambahkan Singapura mengimpor gas melalui jaringan pipa gas langsung milik PT Trans Gas Indonesia kepada Sembawang Corporation dan Gas Singapore Pvt Ltd, yang berasal dari Blok Koridor, Sumatera Selatan.

Dengan hal tersebut, Menurutnya dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, industri dalam negeri sangat mengkhawatirkan, sulit untuk industri dalam negeri bisa bersaing dengan produk dari negara lain.

"Bayangkan di Singapura industrinya hanya beli gas US$ 3,06-US$ 3,87 per mmbtu, padahal negara itu tidak punya satu pun sumur gas, tidak juga produksi gas, mereka impor, impornya juga dari Indonesia. Sementara di Indonesia sendiri harga gas yang dibeli industri dalam negeri US$ 6,43-US$ 18 per mmbtu," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Upaya Sumut Tekan Inflasi 2014 Tertahan Kenaikan BBM

Upaya Sumut Tekan Inflasi 2014 Tertahan Kenaikan BBM

Bisnis | Senin, 05 Januari 2015 | 03:05 WIB

Tiap Bulan Pemerintah Tetapkan Harga BBM, Termasuk Pertamax

Tiap Bulan Pemerintah Tetapkan Harga BBM, Termasuk Pertamax

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2015 | 15:25 WIB

Jokowi: BBM Subsidi Turun, Ekonomi Akan Lebih Baik

Jokowi: BBM Subsidi Turun, Ekonomi Akan Lebih Baik

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2015 | 11:14 WIB

BBM Naik, Inflasi 2014 Lebih Rendah Dibandingkan Inflasi 2013

BBM Naik, Inflasi 2014 Lebih Rendah Dibandingkan Inflasi 2013

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2015 | 10:53 WIB

 Jokowi Minta Penggunaan Gas Bumi Ditingkatkan

Jokowi Minta Penggunaan Gas Bumi Ditingkatkan

Bisnis | Jum'at, 26 September 2014 | 06:34 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB