Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Andika-Anniesa, Membesarkan First Travel dengan Modal 'Dengkul'

Doddy Rosadi

Jum'at, 16 Januari 2015 | 12:00 WIB
Andika-Anniesa, Membesarkan First Travel dengan  Modal 'Dengkul'
Anniesa dan Andika Surachman. (Suara.com/Doddy Rosadi)

Suara.com - Menjadi pengusaha tidak harus mempunyai ijazah sarjana dan modal besar. Yang diperlukan adalah keberanian dan terkadang modal nekat. Hal ini yang dilakukan oleh Andika Surachman (29 tahun) dan Anniesa Hasibuan (28 tahun), pendiri biro perjalanan First Travel yang hanya lulusan SMA.

Andika mengaku ‘terpaksa’ terjun ke dunia usaha. Pada 2004, Andika masih bekerja di salah satu minimart di Jakarta sebagai karyawan. Dia bekerja selama satu tahun sebelum menjadi karyawan magang di Bank Bukopin dengan gaji Rp50 ribu per hari.

Hidupnya berubah ketika ayah mertuanya meninggal pada Juni 2008. Sejak menikah, Andika memang tinggal di rumah orangtua Anniesa, sang istri. Meninggalnya ayah mertua membuat Andika harus menanggung biaya tiga adik iparnya yang masih kecil.

Karena gaji yang didapat dari tempat dia bekerja tidak cukup, Andika memutuskan menggadaikan motornya untuk membuka usaha. Dengan modal Rp2 juta, Andika memulai perjalanan sebagai seorang entrepreneur. Dia membuka kios pulsa, jualan burger hingga sprei. Namun, modal Rp2 juta itu tidak bertahan lama.

Kehabisan modal, Andika dengan berat hati menggadaikan rumah peninggalan ayah mertuanya. Dia mendapatkan uang Rp50 juta dari hasil menggadaikan rumah itu ke bank. Dengan modal Rp50 juta itulah, Andika kembali membuka usaha baru. Lagi-lagi, usahanya gagal dan modal pun habis. Ujungnya, bank menyita rumah milik almarhum ayah mertuanya dan memberikan kelebihan uang Rp10 juta.

Dengan uang Rp10 juta itu, Andika memutuskan untuk membuka CV First Karya Utama yang bergerak di bidang biro perjalanan. Kenapa biro perjalanan? Karena Andika dan Anniesa bermimpi bisa liburan keliling Indonesia. Uniknya, mereka sama sekali tidak tahu menahu soal usaha biro perjalanan. Semua dilakukan dengan otodidak.

“Ketika pertama kali baru buka CV, saya dan istri menelepon semua nomor kontak yang ada di Yellow Pages untuk menawarkan jasa biro perjalanan. Itulah yang membuat biaya operasional bengkak,” kata Andika.

Anniesa yang bertindak sebagai marketing ikut membantu Andika dalam mencari klien. Jerih payah mereka mulai memperlihatkan hasil ketika menerima klien Bank Indonesia yang ingin memberangkatkan 100-an karyawannya untuk umroh. Meski tidak tahu dan belum pernah umroh, Andika dan Anniesa berjudi dengan menerima tawaran itu.

“Kami beruntung karena mendapat rekanan di sana yang jujur dan kerjanya bagus sehingga klien kami puas. Itulah awal kami berdua merasa bahwa umroh ini akan menjadi bisnis utama dari usaha kami,” kata Anniesa.

Sukses memberangkatkan 100-an karyawan BI, First Travel kemudian mendapatkan klien baru lagi yaitu Pertamina. Andika bercerita, First Travel datang terlambat untuk presentasi tender umroh karyawan Pertamina. Namun, entah kenapa, mereka tetap diizinkan untuk melakukan presentasi.

“Akhirnya, dari lima biro perjalanan besar lain yang datang tepat waktu dan sudah melakukan presentasi, justru kami yang akhirnya dipilih,” ungkap Andika.

CV First Karya Utama pun akhirnya berubah menjadi PT First Travel. Pelan tapi pasti, First Travel mulai sukses dalam bisnis perjalanan umroh. Pada 2012 berhasil memberangkatkan 800-900 orang dan setahun berikutnya meningkat menjadi 3.600 orang. Pada 2014, First Travel mampu memberangkatkan 15.700 orang dan tahun ini sudah ada 35-38 ribu calon jemaah yang akan diberangkatkan umroh.

Sukses yang diraih pasangan suami istri itu membesarkan First Travel tidak semudah membalikkan telapak tangan. Andika dan Anniesa kerap jadi korban penipuan yang sebagian besar justru dilakukan oleh orang dekatnya. Sampai suatu ketika mereka sempat putus asa karena rugi ratusan juta rupiah akibat ditipu teman dekatnya.

“Kami ketika itu sempat berniat untuk melakukan bunuh diri. Saya dan istri sudah parkir di lantai paling atas di salah satu mal di Jakarta dan hanya tinggal memajukan mobil sedikit saja agar bisa jatuh ke bawah. Tapi kami akhirnya sadar, bagaimana dengan nasib anak kami, lalu adik-adik kami. Akhirnya, niat itu kami batalkan,” kata Andika.

Karena sering ditipu oleh teman dekatnya, Andika dan Anniesa memutuskan tidak mau menerima karyawan yang mereka kenal. Saat ini, First Travel sudah mempunyai 60 karyawan dan punya cabang di London. Andika dan Anniesa membagi rahasia sukses membesarkan First Travel yaitu kepercayaan.

“Kalau harus memilih antara kepercayaan atau pelayanan maka saya akan pilih kepercayaan. Karena, kepercayaan itu susah untuk didapat. Sekali anda mencederai kepercayaan orang maka sulit untuk membuat orang itu percaya lagi kepada anda. Itulah kenapa First Travel tidak pernah jor-joran dalam melakukan promosi. Kami hanya mengandalkan kepercayaan dari pelanggan kami,” jelas Andika.

Kini, First Travel sudah menjadi salah satu biro perjalanan umroh ternama di Indonesia. Tahun lalu, omzetnya mencaapi 30 juta dolar Amerika. Tahun ini, Andika menargetkan bisa meraih omzet 40-50 juta dolar Amerika. Tidak ada yang menyangka bahwa Andika dan Anniesa memulai usaha itu hanya bermodalkan ‘dengkul’ serta uang hasil menggadaikan rumah ayah mertua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kini Hidup Glamor dengan Reino Barack, Ingat Lagi Amalan Syahrini Berangkatkan Umrah Tukang Sampah

Kini Hidup Glamor dengan Reino Barack, Ingat Lagi Amalan Syahrini Berangkatkan Umrah Tukang Sampah

Lifestyle | Jum'at, 03 Januari 2025 | 18:40 WIB

Berkaca pada Korban First Travel, Ratusan Korban KSP Indosurya Minta Haknya Dipulihkan

Berkaca pada Korban First Travel, Ratusan Korban KSP Indosurya Minta Haknya Dipulihkan

News | Senin, 09 Januari 2023 | 22:29 WIB

Para Korban Dapat Tersenyum, Ini Fakta-fakta Aset First Travel yang Akan Dikembalikan ke Jemaah

Para Korban Dapat Tersenyum, Ini Fakta-fakta Aset First Travel yang Akan Dikembalikan ke Jemaah

Video | Minggu, 08 Januari 2023 | 12:15 WIB

Fakta-fakta Aset First Travel Dikembalikan ke Jemaah, Negara Tak Dirugikan

Fakta-fakta Aset First Travel Dikembalikan ke Jemaah, Negara Tak Dirugikan

News | Jum'at, 06 Januari 2023 | 17:30 WIB

Terkini

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB