Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Jokowi Akan Resmikan Kawasan Ekonomi Khusus di Sumut

Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 26 Januari 2015 | 18:25 WIB
Jokowi Akan Resmikan Kawasan Ekonomi Khusus di Sumut
Ilustrasi: Kawasan ekonomi khusus. (setkab.go.id)

Suara.com - Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho menegaskan, peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, di Sumatera Utara (Sumut), akan menjadikan KEK itu sebagai role model bagi KEK lain di seluruh Indonesia. Berbagai indikator untuk menjadi role model telah terpenuhi dalam KEK Sei Mangkei.

“Dengan peresmian KEK Sei Mangkei yang akan dicanangkan Presiden Jokowi, Selasa, besok (27/1/2015), akan menjadikan KEK Sei Mangkei sebagai role model bagi KEK lainnya di seluruh Indonesia,” ujar Gatot dalam siaran persnya, yang diterima suara.com, Senin (26/01/2015).

Gatot memastikan, bahwa secara prinsip Pemerintah Provinsi Sumut akan menjadi ujung tombak percepatan beroperasinya KEK Sei Mangkei. Apalagi, operasional KEK Sei Mangkei akan terintegrasi dengan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pendukung utama jalur distribusi antar kedua lokasi tersebut. Khususnya, yang berbasis pada kelapa sawit, karet dan potensi perkebunan di Sumut. Sekaligus, kata Gatot, kedua lokasi industri itu akan menjadi penggerak perekonomian Sumut.

“Semua pihak terkait di Sumut, dipastikan akan memberikan pelayanan prima bagi KEK Sei Mangkei. Sehingga akan menambah daya tarik investasi di KEK Sei Mangkei sekaligus menjadi promosi tersendiri bagi investasi-investasi yang lain,” terang Gatot.

Data pemerintah mencatat, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mengamanatkan, bahwa KEK Sei Mangkei harus telah beroperasi secara resmi 3 tahun sejak peraturan pemerintah tersebut ditetapkan. Atau paling telat, pada tanggal 27 Februari 2015 KEK Sei Mangkei harus dinyatakan secara resmi beroperasi.
 
“Bahkan, kami menyatakan KEK Sei Mangkei beroperasi 1 bulan lebih cepat dari tenggat waktu yang ditetapkan,” ungkap Gatot.

Gatot menambahkan, sedikitnya terdapat 5 indikator yang dimiliki KEK Sei Mangkei sehingga layak menjadi role model bagi KEK lain di Indonesia.

Pertama, kesiapan infrastruktur di dalam kawasan. Kedua, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) meliputi administrator KEK dan Badan Usaha Pengelola KEK.  Ketiga, perangkat pengendali administrasi yang meliputi pelimpahan kewenangan dan sistem pengelola kawasan atau peraturan-peraturan dalam kawasan.  Keempat, sudah masuknya investor bahkan telah beroperasi di dalam KEK Sei Mangkei. Dan kelima, KEK Sei Mangkei diresmikan oleh Presiden Jokowi.

Saat ini, kata dia, PT Unilever menjadi investor pertama yang telah berinvestasi di KEK Sei Mangkei. Karena itu, pihaknya akan terus meningkatkan upaya promosi bagi daya tarik investasi lain berskala nasional dan internasional di dalam kawasan KEK Sei Mangkei.

“Intinya, kita sepakat dan setuju bahwa KEK Sei Mangkei yang leading di depan. Karenanya, saya harap itu terus dipertahankan, sehingga menjadi role model bagi KEK lainnya di Indonesia dan mampu menarik banyak investor lain ke dalam KEK Sei Mangkei,” tandas Gatot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Tetapkan Kawasan Ekonomi Khusus ke-8

Pemerintah Tetapkan Kawasan Ekonomi Khusus ke-8

Press Release | Senin, 27 Oktober 2014 | 09:36 WIB

Kawasan Ekonomi Khusus Ciptakan Lapangan Kerja Empat Kali Lipat

Kawasan Ekonomi Khusus Ciptakan Lapangan Kerja Empat Kali Lipat

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2014 | 12:05 WIB

Tiga Kawasan Ekonomi Khusus Baru Diajukan ke Presiden

Tiga Kawasan Ekonomi Khusus Baru Diajukan ke Presiden

Bisnis | Rabu, 19 Februari 2014 | 08:22 WIB

Terkini

Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya

Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:36 WIB

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:18 WIB

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB