Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Harga Beras di Papua Tidak Ikut-ikutan Naik

Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 23 Februari 2015 | 18:23 WIB
Harga Beras di Papua Tidak Ikut-ikutan Naik
Ilustrasi: Pedagang beras. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Perum Bulog Divre Papua memastikan harga beras di Papua/Papua Barat tidak mengalami lonjakan harga seperti yang terjadi di wilayah DKI Jakarta saat ini.

Kepala Perum Bulog Divre Papua Arief Mandu mengatakan, harga beras medium  hingga saat ini masih stabil yakni berada di level Rp8.000 per kilogram. Begitu juga dengan beras premium yang seharga Rp9.500 per kilogram.

Menurutnya, pengendalian harga beras bisa berlangsung baik karena selama ini PNS, TNI/Polri mendapatkan jatah beras, kemudian juga pemberian jatah raskin bagi masyarakat ekonomi kebawah.

"Kalau di DKI Jakarta harga beras Bulog mengalami lonjakan itu karena saat ini disana belum masuk musim panen, sementara DKI Jakarta itu penyangganya dari Jawa Barat sehingga panen terjadi di pertengahan atau akhir Bulan Maret. Sementara kita di Papua masih relatif aman karena ada jatah bagi pegawai, TNI/Polri dan masyarakat jadi tidak mungkin mereka membeli lebih," kata Arief kepada Suara.Com di Jayapura, Papua, Senin(23/2/2015).

Arief mengatakan pengendalian harga juga dilakukan  Bulog dengan memberlakukan instrumen lain yakni berupa Operasi Pasar (OP). Hanya saja, sambung Arief, dalam melaksanakan Operasi Pasar tersebut, Bulog Divre  harus menunggu instruksi dari Bulog Pusat.

"Seperti akhir tahun 2014 kemarin kita sempat  jalankan Operasi Pasar, dimana harga beras Bulog premium kita jual Rp7.400 per kilogram,"terangnya.

Beras Bulog sendiri tidak bisa dijual bebas dipasaran, kecuali melalui Operasi Pasar. Bahkan, kata Arief, Bulog tidak dapat mengontrol beras yang didatangkan pedagang dari luar daerah Papua.

"Kita tidak punya kewenangan mengatur pedagang untuk mendatangkan beras lain masuk ke pasaran karena sistemnya bebas pedagang antar pulau," tandasnya. (Lidya Salmah)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Beras Terus Merangkak Naik

Harga Beras Terus Merangkak Naik

Bisnis | Senin, 23 Februari 2015 | 16:49 WIB

Harga Beras Stabil, Bulog Menuai Pujian

Harga Beras Stabil, Bulog Menuai Pujian

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2015 | 05:43 WIB

Dua Janji Bulog untuk Masyarakat Papua

Dua Janji Bulog untuk Masyarakat Papua

Bisnis | Minggu, 05 Oktober 2014 | 12:32 WIB

Terkini

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:49 WIB