Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Petronas Malaysia Rugi Rp25,6 Triliun

Doddy Rosadi | Suara.com

Jum'at, 27 Februari 2015 | 20:54 WIB
Petronas Malaysia Rugi Rp25,6 Triliun
Petronas. (Shutterstock)

Suara.com - Perusahaan energi milik negara Malaysia Petronas pada Jumat mengatakan membukukan rugi bersih sebesar 7,3 miliar ringgit (2,02 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp25,6 triliun) pada kuartal keempat, karena penurunan harga minyak dunia dan penyusutan nilai aset.

Dalam periode tiga bulan sama yang berakhir Desember 2014, Petronas, penyumbang pendapatan terbesar tunggal kepada pemerintah, membukukan keuntungan 12,8 miliar ringgit.

Ini kerugian kuartalan pertama Petronas sejak lima tahun lalu ketika perusahaan meluncurkan laporan keuangan kuartalannya.

Satu-satunya perusahaan Malaysia yang masuk Fortune 500 itu, mengatakan bahwa pihaknya berencana memangkas belanja modal antara 20 sampai 30 miliar ringgit untuk dua tahun ke depan.

Pendapatan Petronas untuk kuartal keempat turun 6,4 persen menjadi 79,4 miliar ringgit dari 84,8 miliar ringgit pada periode yang sama tahun lalu, kata perusahaan.

"Pada 2015 rata-rata harga minyak diperkirakan akan menjadi lebih rendah secara signifikan dari 2014 dan akan berdampak terhadap profitabilitas," perusahaan yang tidak tercatat di bursa efek (unlisted company) itu mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Presiden dan CEO Petronas Shamsul Azhar Abbas, yang akan mengundurkan diri pada akhir Maret setelah berada di puncak pimpinan selama lima tahun, mengatakan kepada wartawan bahwa Petronas akan memulai strategi "prudent" karena kemerosotan harga minyak.

"Beberapa proyek penting akan ditangguhkan. Kami hanya menjadi hati-hati," kata dia.

Hasil kuartalan yang lemah menyeret turun laba bersih untuk periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2014, yang jatuh 27 persen menjadi 47,6 miliar ringgit.

Petronas memperkirakan harga minyak mentah akan berkisar di tingkat sekitar 55 dolar AS per barel untuk 2015.

Direktur Keuangan (CFO) Petronas Group George Ratilal mengatakan rata-rata harga minyak mentah perusahaan untuk kuartal keempat adalah sekitar 70 dolar AS per barel dibandingkan dengan 109 dolar AS per barel setahun sebelumnya, menambahkan bahwa profitabilitas akan dirugikan pada 2015 karena harga lebih rendah.

"Prospek sedang menjadi buruk untuk 2015. (Tapi) kami akan menguntungkan untuk 2015," kata dia.

Direktur Operasional (COO) Wan Zulkiflee Wan Ariffin akan menggantikan Shamsul sebagai presiden dan kepala eksekutif (CEO). (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Laba Petronas Tembus Rp45 Triliun

Laba Petronas Tembus Rp45 Triliun

Bisnis | Selasa, 04 Maret 2014 | 18:06 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB