Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Petronas Malaysia Rugi Rp25,6 Triliun

Doddy Rosadi

Jum'at, 27 Februari 2015 | 20:54 WIB
Petronas Malaysia Rugi Rp25,6 Triliun
Petronas. (Shutterstock)

Suara.com - Perusahaan energi milik negara Malaysia Petronas pada Jumat mengatakan membukukan rugi bersih sebesar 7,3 miliar ringgit (2,02 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp25,6 triliun) pada kuartal keempat, karena penurunan harga minyak dunia dan penyusutan nilai aset.

Dalam periode tiga bulan sama yang berakhir Desember 2014, Petronas, penyumbang pendapatan terbesar tunggal kepada pemerintah, membukukan keuntungan 12,8 miliar ringgit.

Ini kerugian kuartalan pertama Petronas sejak lima tahun lalu ketika perusahaan meluncurkan laporan keuangan kuartalannya.

Satu-satunya perusahaan Malaysia yang masuk Fortune 500 itu, mengatakan bahwa pihaknya berencana memangkas belanja modal antara 20 sampai 30 miliar ringgit untuk dua tahun ke depan.

Pendapatan Petronas untuk kuartal keempat turun 6,4 persen menjadi 79,4 miliar ringgit dari 84,8 miliar ringgit pada periode yang sama tahun lalu, kata perusahaan.

"Pada 2015 rata-rata harga minyak diperkirakan akan menjadi lebih rendah secara signifikan dari 2014 dan akan berdampak terhadap profitabilitas," perusahaan yang tidak tercatat di bursa efek (unlisted company) itu mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Presiden dan CEO Petronas Shamsul Azhar Abbas, yang akan mengundurkan diri pada akhir Maret setelah berada di puncak pimpinan selama lima tahun, mengatakan kepada wartawan bahwa Petronas akan memulai strategi "prudent" karena kemerosotan harga minyak.

"Beberapa proyek penting akan ditangguhkan. Kami hanya menjadi hati-hati," kata dia.

Hasil kuartalan yang lemah menyeret turun laba bersih untuk periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2014, yang jatuh 27 persen menjadi 47,6 miliar ringgit.

Petronas memperkirakan harga minyak mentah akan berkisar di tingkat sekitar 55 dolar AS per barel untuk 2015.

Direktur Keuangan (CFO) Petronas Group George Ratilal mengatakan rata-rata harga minyak mentah perusahaan untuk kuartal keempat adalah sekitar 70 dolar AS per barel dibandingkan dengan 109 dolar AS per barel setahun sebelumnya, menambahkan bahwa profitabilitas akan dirugikan pada 2015 karena harga lebih rendah.

"Prospek sedang menjadi buruk untuk 2015. (Tapi) kami akan menguntungkan untuk 2015," kata dia.

Direktur Operasional (COO) Wan Zulkiflee Wan Ariffin akan menggantikan Shamsul sebagai presiden dan kepala eksekutif (CEO). (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Laba Petronas Tembus Rp45 Triliun

Laba Petronas Tembus Rp45 Triliun

Bisnis | Selasa, 04 Maret 2014 | 18:06 WIB

Terkini

PFII Bakal Bermarkas di Bali, Emiten WINE Bidik Peluang dari Masuknya Investor Global

PFII Bakal Bermarkas di Bali, Emiten WINE Bidik Peluang dari Masuknya Investor Global

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:44 WIB

Kakak Angelina Jolie Berharap Bisa Sambung Silahturahim dengan Adiknya Setelah Mengaku Gay

Kakak Angelina Jolie Berharap Bisa Sambung Silahturahim dengan Adiknya Setelah Mengaku Gay

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:43 WIB

9 Saham Indonesia Dihapus dari MSCI, Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo dan 1 BUMN Hilang Status

9 Saham Indonesia Dihapus dari MSCI, Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo dan 1 BUMN Hilang Status

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Bikin Haru! Aksi Seru Anak-Anak Disabilitas SLBN 1 Makassar Rayakan HUT RI

Bikin Haru! Aksi Seru Anak-Anak Disabilitas SLBN 1 Makassar Rayakan HUT RI

Sulsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:28 WIB

Viral Satpol PP Jadi Maling Rokok saat Razia di Pasar Kabupaten Aceh Utara

Viral Satpol PP Jadi Maling Rokok saat Razia di Pasar Kabupaten Aceh Utara

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:28 WIB

Mengulas Sisi Manusiawi dari Jasa Sewa Peran Keluarga di Film Rental Family

Mengulas Sisi Manusiawi dari Jasa Sewa Peran Keluarga di Film Rental Family

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:25 WIB

20 Kata-kata Ucapan Hari Pramuka Singkat untuk Status WhatsApp

20 Kata-kata Ucapan Hari Pramuka Singkat untuk Status WhatsApp

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Helikopter Apache AS Jatuh Menewaskan 2 Awak

Helikopter Apache AS Jatuh Menewaskan 2 Awak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:16 WIB

Seberapa Kuat Militer Iran di Bawah 'Dewa Perang' Baru Mohsen Rezaei?

Seberapa Kuat Militer Iran di Bawah 'Dewa Perang' Baru Mohsen Rezaei?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Harga Minyak Stabil di Tengah Eskalasi Serangan di Jalur Pelayaran Timur Tengah

Harga Minyak Stabil di Tengah Eskalasi Serangan di Jalur Pelayaran Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:05 WIB

×