Suara.com - Pengamat Ekonomi INDEF Imaduddin Abdullah, mengatakan, Indonesia seharusnya mencontoh Norwegia dalam memaksimalkan sumber daya untuk bahan bakar.
Meski Norwegia sebagai negara yang memiliki sumber daya minyak bumi, namun pemerintahnnya mengeluarkan kebijakan dalam penggunaan bahan bakar untuk transportasi massalnya adalah biofuel.
"Norwegia kaya akan minyak. Tapi industri dan listriknya tidak semua gunakan minyak. Ini penting untuk masa depan negara. Tahu cara mengelola kebutuhan minyaknya," kata Imaduddin dalam diskusi di kawasan Cikini, Sabtu (4/4/2015).
Dia menambahkan, selain Norwegia, Indonesia juga ketinggalan dengan Brasil. Brasil yang juga negara kaya minyak, memiliki kebijakan yang ketat dalam penggunaan minyak bumi. Di Brasil, tambahnya, bahan bakar untuk industri menggunakan etanol sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada minyak bumi.
"Indonesia seharusnya meniru political will di dua negara itu sehingga ketersediaan minyak di negara kita juga terjaga. Pilih energi lain yang juga menguntungkan," tandas Imaduddin.
Karenanya, dia berharap ketergantungan energi jenis minyak bumi di Indonesia bisa dialihkan pada energi sumber daya lainnya.
"Kalau kita terus seperti ini bergantung pada minyak, yang akan rugi anak cucu kita," ujar Imaduddin.