Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Kebutuhan Pokok Mengalami Defisit Neraca Perdagangan

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 15 April 2015 | 15:22 WIB
Kebutuhan Pokok Mengalami Defisit Neraca Perdagangan
Warga memilih daging [Antara/Rahmad]
Badan Pusat Statistik mencatat beberapa kebutuhan pokok masyarakat mengalami defisit neraca perdagangan dengan negara lain. Hal ini terlihat dari impor kebutuhan pokok indonesia lebih besar dibandingkan ekspor dalam periode kuartal pertama 2015.

"Contohnya pada komoditas gandum dengan nilai defisit 518,10 juta dollar AS. Impor gandum kita masih tinggi sampai saat ini, karena banyak pangan yang berbahan gandum sehingga bahan baku masih impor," kata Kepala BPS Suryamin di kantor BPS, Jakarta,  Rabu (15/4/2015).

Selain itu, defisit perdagangan juga terjadi pada komoditas bawang putih dan daging sapi dengan nilai masing-masing sebesar 75,24 juta dollar AS dan  47,52 juta dollar AS. Sementara cabai, bawang merah, dan tepung terigu masing-masing 7,41 juta dollar AS, 1,69 juta dollar AS dan 850 ribu dollar AS.

"Angkanya tidak terlalu besar karena sebagian kita masih bisa mencukupinya dari dalam negeri. Tetapi kalau bawang putih angkanya terus meningkat, karena kita untuk bawang putih masih andalkan impor sepenuhnya," katanya.

Komoditas lainnya, gula, yang tercatat mengalami defisit perdagangan senilai 345,13 juta dollar AS. Disusul kedelai dengan defisit mencapai 292,81 juta dollar AS dan komoditas jagung defisit sebesar 248,33 juta dollar AS. 

"Kita masih impor kedelai karena banyak petani yang enggan menanam kedelai karena kepastian harga yang belum menentu. Jadi mereka masih itung-itungan. Kalau impor jagung itu hanya untuk bahan makanan untuk ternak lebih banyaknya," kata Suryamin. 

Selanjutnya, BPS menyebutkan Indonesia masih mengimpor beras sebanyak 7.912 ton senilai 3,1 juta dollar AS pada Februari 2015. Turun dibandingkan sebulan sebelumnya yaitu 16.600 ton atau  8,3 juta dollar AS.  Nilai defisit neraca perdagangan beras periode kuartal I 2015 sebesar 29,19 juta dollar AS.  

Suryamin menyebutkan beras yang diimpor bukanlah yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat. Beras tersebut adalah beras khusus yang memang belum bisa diproduksi di dalam negeri.

"Beras yang diimpor itu memiliki kriteria khusus. Ada jenis-jenisnya dan hampir semua itu tidak bisa diperoleh di dalam negeri. Impor beras untuk bibit, kebutuhan restoran Jepang, India, restoran Vietnam yang menyajikan makanan dengan beras khusus dan hanya bisa didatangkan dari luar negeri. Impor beras pun untuk tepung dan ada kebutuhan bagi penderita penyakit tertentu, seperti diabetes, dan lainnya," katanya.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Sembako Ikut Naik

Harga Sembako Ikut Naik

Foto | Selasa, 31 Maret 2015 | 11:25 WIB

Jelang Tahun Baru, Harga Bahan Pokok Melambung

Jelang Tahun Baru, Harga Bahan Pokok Melambung

Bisnis | Senin, 29 Desember 2014 | 02:46 WIB

Kenaikan Harga Bahan Pokok

Kenaikan Harga Bahan Pokok

Foto | Kamis, 20 November 2014 | 11:45 WIB

SBY: Kenaikan Harga Selama Ramadan Harus Dikelola

SBY: Kenaikan Harga Selama Ramadan Harus Dikelola

Bisnis | Senin, 30 Juni 2014 | 11:43 WIB

Pedagang: Hampir Semua Harga Kebutuhan Pokok Naik

Pedagang: Hampir Semua Harga Kebutuhan Pokok Naik

Bisnis | Jum'at, 27 Juni 2014 | 13:39 WIB

Pedagang: Produsen Menaikkan Harga, Kami Hanya Mengikuti

Pedagang: Produsen Menaikkan Harga, Kami Hanya Mengikuti

Bisnis | Sabtu, 14 Juni 2014 | 14:00 WIB

Terkini

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:10 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:09 WIB

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:05 WIB

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:00 WIB

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:44 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:23 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB