Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Dolar AS Melemah Tertekan Komentar Pejabat FED

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2015 | 06:32 WIB
Dolar AS Melemah Tertekan Komentar Pejabat FED
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Senin (4/5/2015) atau Selasa (5/5/2015) pagi waktu Indonesia, setelah seorang pejabat Federal Reserve menurunkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga The Fed pertama tahun ini.

Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans mengatakan pada Senin bahwa data ekonomi kuartal pertama yang lemah membuatnya merasa tidak mungkin bagi bank sentral untuk mulai menaikkan suku bunganya sampai "suatu waktu di awal 2016." Sebuah kenaikan suku bunga diharapkan dapat meningkatkan dolar yang didorong oleh arus masuk investasi ke Amerika Serikat.

Ada perpecahan yang berkembang di kalangan para pejabat Fed tentang waktu kenaikan suku bunga pertama, dan data ekonomi yang lesu membuat kenaikan pada pertengahan tahun menjadi kurang memungkinkan.

Menurut Departemen Perdagangan AS pekan lalu, produk domestik bruto (PDB) meningkat pada tingkat tahunan hanya 0,2 persen pada kuartal pertama tahun ini.

PDB kuartal pertama menunjukkan penurunan tajam dari kecepatan 2,2 persen pada kuartal sebelumnya, meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa pemulihan ekonomi negara itu kehilangan momentum.

Di sisi ekonomi, pesanan baru untuk barang-barang manufaktur pada Maret meningkat 2,1 persen menjadi 476,5 miliar dolar AS, setelah penurunan selama tujuh bulan berturut-turut, Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Senin. Angka terbaru ini sesuai dengan konsensus pasar.

Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1140 dolar dari 1,1192 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5118 dolar dari 1,5133 dolar pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik ke 0,7846 dolar dari 0 7824 dolar.

Dolar AS dibeli 120,10 yen Jepang, lebih rendah dari 120,28 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS datar di 0,9343 franc Swiss, dan merosot ke 1,2103 dolar Kanada dari 1. 2170 dolar Kanada. (Antara/Xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dolar AS Melemah Setelah Data Ekonomi AS Negatif

Dolar AS Melemah Setelah Data Ekonomi AS Negatif

Bisnis | Sabtu, 25 April 2015 | 07:09 WIB

Tertekan Data Ekonomi Negatif, Dolar AS Melemah

Tertekan Data Ekonomi Negatif, Dolar AS Melemah

Bisnis | Kamis, 16 April 2015 | 08:03 WIB

Dolar AS Melemah

Dolar AS Melemah

Bisnis | Kamis, 09 April 2015 | 09:02 WIB

Soal Nilai Tukar Rupiah

Soal Nilai Tukar Rupiah

Foto | Rabu, 25 Maret 2015 | 20:01 WIB

Terkini

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:36 WIB

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:18 WIB

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:15 WIB

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:57 WIB

BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP

BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:56 WIB

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:33 WIB

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:31 WIB

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:22 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:18 WIB

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:15 WIB