Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.750.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Perjanjian Investasi Dikaji Ulang

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 11 Mei 2015 | 16:07 WIB
Perjanjian Investasi Dikaji Ulang
Menko Perekonomian, Sofyan Djalil. (Antara/Wahyu Putro)

Suara.com - Perjanjian bilateral investasi (bilateral investment treaty) menjadi perhatian banyak negara-negara berkembang. Karena begitu mudahnya perjanjian bilateral investasi dijadikan landasan bagi investor menggugat pemerintah dimana dia menanamkan modal ke arbitrase internasional jika merasa dirugikan oleh kebijakan setempat. 

Oleh sebab itu, guna melindungi dan mengamankan investasi asing yang ada di Indonesia, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, pihaknya bersama beberapa menteri perencanaan pembangunan perekonomian kabinet kerja Presiden Joko Widodo akan melakukan peninjauan kembali tentang perjanjian bilateral investasi. 

"Iya tadi membahas tentang guideline petunjuk tentang bagaimana perlindungan tentang investasi asing di Indonesia yang efektif. Nanti aturan di BIT akan ada yang di revisi. Karena sudah tidak cocok lagi," kata Sofyan saat ditemui di kantornya, Senin (11/5/2015). 

Pasalnya, menurut Sofyan, aturan perjanjian bilateral investasi banyak yang ditandatangani tahun 1960-1970-an, dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik jadi aturan pPerjanjian bilateral investasi dinilai perlu dilakukan revisi.

Selain itu, tujuan peninjauan kembali tentang perjanjian bilateral investasi agar tersedia landasan kerja sama lebih seimbang bagi kedua negara. Maupun keseimbangan dalam konteks host state (negara tuan rumah) dengan investor. 

"Ada komitmen-komitmen kita kepada Asean, menyebabkan BIT perlu dinilai ulang, hal-hal yang sudah gak relevan perlu diteliti ulang. Agar kerja sama antar negara lebih jelas, agar Indonesia terlindungi dari arbitrase," katanya. 

Misalnya, lanjut dia, Indonesia  memberikan perlindungan menjadi terlalu liberal sehingga ada perusahaan yang sedang menanamkan modalnya di Indonesia menggunakan perjanjian bilateral investasi untuk menggugat pemerintah melalui arbitrase. 

"Misal perusahaan negara A tapi karena BIT dengan negara A yang berlaku dengan baik, dia cari negara lain untuk masuk ke indo, yang dimana perlindungannya berlebihan tentang BIT, bisa terancam ke arbitrase. Ini yang akan kita revisi agar indonesia tidak dirugikan," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia beberapa kali digugat investor dari beberapa negara, seperti Inggris di arbitrase internasional. Gugatan Rafat Ali Rizvi pada pemerintah Indonesia di arbitrase International Centre for Settlement of Investment Disputes yang ada di Singapura. 

Rafat menilai kebijakan pemerintah untuk melakukan bail out Bank Century dinilai menyimpang dan tidak lazim. Kebijakan penyelamatan bank yang kini berganti menjadi PT Bank Mutiara Tbk, Rp6,7 triliun tersebut dinilai telah membuatnya kehilangan saham investasi di Bank Century. 

Gugatan Rafat di ISCID Singapura kandas pada 16 Juli 2013. Arbiter ISCID untuk gugatan ini menerima eksepsi pemerintah dan menolak mengadili  perkara yang diajukan Rafat. Salah satu pertimbangannya yakni investasi yang dilakukan pemohon di Indonesia tidak memiliki izin pemerintah, karena itu perjanjian bilateral investasi menolak memberi perlindungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cina-Jepang Bersaing Ketat Bangun 'Kereta Peluru' di Jawa

Cina-Jepang Bersaing Ketat Bangun 'Kereta Peluru' di Jawa

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2015 | 13:02 WIB

Pasar Melemah, Realisasi Investasi Sektor Otomotif Ikut Mandek

Pasar Melemah, Realisasi Investasi Sektor Otomotif Ikut Mandek

Otomotif | Jum'at, 01 Mei 2015 | 13:58 WIB

Indonesia Targetkan 100 Miliar Dolar AS Investasi Hijau

Indonesia Targetkan 100 Miliar Dolar AS Investasi Hijau

Bisnis | Senin, 27 April 2015 | 13:04 WIB

BKPM: Tax Allowance Jadi Daya Tarik Investasi Hijau

BKPM: Tax Allowance Jadi Daya Tarik Investasi Hijau

Bisnis | Senin, 27 April 2015 | 12:27 WIB

Terkini

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB

Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex Naik, ESDM Ungkap Penyebabnya

Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex Naik, ESDM Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:00 WIB