Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Faisal: 2025, Produksi Minyak Indonesia 400 Ribu Barel Per Hari

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 26 Mei 2015 | 15:53 WIB
Faisal: 2025, Produksi Minyak Indonesia 400 Ribu Barel Per Hari
Ilustrasi kilang minyak. (Shutterstock)

Suara.com - Pengamat ekonomi Faisal Basri mengungkapkan pada 2025 diperkirakan produksi minyak Indonesia hanya sekitar 400 ribu barel per hari dari yang saat ini sekitar 800 ribu barel per hari.

Pada tahun itu, konsumsi minyak Indonesia diperkirakan mencapai 1,9 juta barel per hari. Melihat kondisi seperti ini, Faisal memperkirakan Indonesia akan menjadi importi minyak terbesar di dunia.

Menurut Faisal, Indonesia akan sangat sulit untuk meningkatkan produksi dan cadangan minyaknya. Pasalnya, untuk mencari cadangan minyak sangat sulit dan jarang sekali. Jika ketemu pun jumlahnya relatif kecil.

“Tahun 2025 produksi kita terus menurun hanya sekitar 400 ribu barel per hari sedangkan konsumsi terus menganga. Ini diperlukan terobosan-terobosan yang pandai dari pemerintah untuk mengatasinya. Soalnya cari minyak di Indonesia itu sulit, kalau ada juga kecil,” kata Faisal saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Selasa (26/5/2015).

Kendati demikian, Faisal mengatakan Indonesia masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki tata kelola minyak dan gas bumi. Pertama, pemerintah harus menyelesaikan RUU tentang minyak dan gas bumi yang tak kunjung selesai.

Pasalnya, dengan disahkan undang-undang migas, migas tidak bisa dieksploitasi habis-habisan oleh generasi di masa yang akan datang sehingga pemerintah dapat menjadikan migas sebagai aset bukan sebagai komoditas lagi.

“Selama ini kan masih dipandang sebagai komoditas untuk penerimaan negara. Jelas ini dieksploitasi habis-habisan. Makanya pemerintah harus berfikir bahwa migas itu sebagai aset dan harus menempatkan migas sebagai ujung tombak industrialisasi. Jadi bisa bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Faisal mengatakan Indonesia jangan sampai seperti Brasil yang tata kelola migasnya berantakan akibat adanya penjarahan yang dilakukan oleh para politikus.

"Brasil sedemikian hancur leburnya, seperti Petrobas (BUMN energi) karena penjarahan politisi," kata dia.

Untuk menghindari hal tersebut, Faisal meminta pemerintah segera mengesahkan RUU tentang migas agar Indonesia dapat meningkatkan cadangan dan produksi minyak dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah juga diimbau mengubah pola pikir yang menjadi sektor migas sebagai komoditi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cadangan Minyak Indonesia akan Habis 13 Tahun Lagi

Cadangan Minyak Indonesia akan Habis 13 Tahun Lagi

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2015 | 13:48 WIB

Produksi Minyak Menurun, Ancam Penerimaan Negara

Produksi Minyak Menurun, Ancam Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 09 April 2015 | 18:03 WIB

2025, Cadangan Minyak dan Gas Bumi Indonesia Habis

2025, Cadangan Minyak dan Gas Bumi Indonesia Habis

Bisnis | Selasa, 03 Juni 2014 | 20:53 WIB

20 Tahun Lagi, Cadangan Minyak Indonesia Habis

20 Tahun Lagi, Cadangan Minyak Indonesia Habis

Bisnis | Rabu, 02 April 2014 | 17:47 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×